Ada Acara Jalan Sehat di Solo, Jokowi: Saya Ingin Tidur

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi melihat-lihat mainan di sebuah toko di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Kamis malam, 27 September 2018. Instagram.com/@Kemensetneg.ri-

    Presiden Jokowi melihat-lihat mainan di sebuah toko di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Kamis malam, 27 September 2018. Instagram.com/@Kemensetneg.ri-

    TEMPO.CO, Jakarta - Poster acara Jalan Sehat Bareng Pak Jokowi yang akan digelar di Solo beredar melalui media sosial. Sedangkan Jokowi mengaku justru belum tahu menahu mengenai acara tersebut.

    Baca juga: Gerindra Kritik Keterlibatan 15 Menteri di Tim Kampanye Jokowi

    Berdasarkan keterangan dalam poster itu, acara akan digelar di depan Stadion Sriwedari Solo, Ahad pagi 30 September 2018. Acara bisa diikuti oleh masyarakat dengan catatan tidak mengenakan atribut pasangan calon presiden, atribut partai serta relawan. Foto Jokowi yang tengah melambaikan tangan juga menghiasi pamflet itu.

    Hanya saja, Jokowi yang saat ini tengah berada di Solo mengaku belum tahu mengenai undangan mengikuti acara itu. "Kalau pun dapat undangan juga tidak tahu akan datang atau tidak," katanya saat ditemui di The Sunan Hotel Solo, Jum'at 28 September 2018.

    Dia mengatakan bahwa kepulangannya ke Solo adalah untuk bertemu keluarga dan beristirahat. "Saya mau tidur," kata Jokowi. Dia justru meminta media untuk mengkonfirmasi acara itu kepada panitia.

    Baca juga: Jumlah Tim Kampanye Jokowi - Ma'ruf 56 Kali Lipat Prabowo - Sandi

    Sedangkan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudiyatmo yang saat ini tengah berada di luar negeri justru menolak keras penyelenggaraan acara tersebut. Dia langsung menggelar video conference dengan sejumlah pejabat saat mengetahui ada acara tersebut.

    Dia menyebut acara yang bebas dari atribut politik itu berpotensi mengumpulkan massa. "Tapi sama saja, acara itu tendensinya adalah kampanye," kata dia. Padahal, acara itu digelar bersamaan dengan hari bebas kendaraan yang harus steril dari aktivitas politik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.