Kiai Lirboyo Minta NU dan FPI Tak Diadu Domba

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deretan foto ulama Indonesia, yang dipajang di dinding asrama Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, 20 Mei 2018. Kepala asrama, Ahmad Zulfa Sholeh, mengatakan Pesantren Lirboyo menolak ajaran radikal dan fokus pada menafsirkan Al-Quran untuk membangun karakter baik. REUTERS/Beawiharta

    Deretan foto ulama Indonesia, yang dipajang di dinding asrama Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, 20 Mei 2018. Kepala asrama, Ahmad Zulfa Sholeh, mengatakan Pesantren Lirboyo menolak ajaran radikal dan fokus pada menafsirkan Al-Quran untuk membangun karakter baik. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Kiai Abdullah Kafabihi Mahrus meminta tak ada upaya adu domba antara Nahdlatul Ulama atau NU dengan Front Pembela Islam (FPI). Dia mengajak seluruh umat bersatu mengutamakan kepentingan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ketimnbang kepentingan kelompok.

    Baca juga: Pilpres 2019, Cak Imin: Orang NU Wajib Pilih NU

    Pesan Kiai Kafabihi ini awalnya terlihat dalam percakapan dia dengan Habib Husein, pengasuh Majelis Rosho melalui percakapan WhatsApp yang beredar di dunia maya.

    Dalam tangkapan layar (screenshot) itu, Kiai Kafabihi menyampaikan adanya fitnah yang mengadu domba NU dengan FPI. “Ia, sekarang harus waspas fitnahnya adalah NU diadu domba dengan FPI, padahal sama Ahlisunnahnya,” tulis Kiai Kafabihi dalam pesan tersebut.

    Masih dalam percakapan itu, Kiai Kafabihi juga sudah memberi masukan kepada Banser bahwa FPI adalah bagian dari NU. Langkah FPI yang menghilangkan mungkarot juga dianggap bagian dari membantu NU dan pemerintah.

    Saaat dikonfirmasi atas pesan tersebut, Kiai Kafabihi Mahrus tak membantah. Dia menegaskan bahwa maksud yang ingin disampaikan adalah seluruh komponen bangsa, baik NU, Muhammadiyah, PDIP, dan FPI harus bersatu mengutamakan kerukunan. Kiai Kafabihi berharap perbedaan sikap dan pandangan politik yang terjadi tidak sampai merusak persatuan dan menimbulkan perpecahan antar kelompok. “Itu yang saya maksud,” kata Kiai Kafabihi.

    Momentum pemilihan presiden, menurut Kiai Kafabihi, tak harus menjadi pemicu perpecahan kelompok di Indonesia. Sebagai ulama, hal inilah yang wajib dia sampaikan kepada semua orang untuk saling menghargai meski berbeda pilihan.

    Pernyataan Kiai Kafabihi Mahrus itu menuai berbagai tanggapan dari netizen. Sebagian mengartikan sikap kiai Lirboyo yang dinilai mulai sejalan dengan FPI, dimana organisasi tersebut dikenal sebagai pendukung pasangan Prabowo – Sandiaga. Sementara netizen yang lain berpendapat sebaliknya.

    Baca juga: Prabowo Puji PBNU Bijaksana Tidak Berpolitik Praktis

    Menanggapi hal itu, Kiai Kafabihi Mahrus menegaskan bahwa percakapannya dengan Habib Husein tak terkait dukung mendukung presiden. Kiai Kafabihi hanya menginginkan tak ada perpecahan dan adu domba antara FPI dengan NU.

    Menurut Kafabihi, hingga kini para pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri masih solid mendukung Kiai Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo. Ma'ruf Amin bahkan telah berkunjung ke Lirboyo dan secara terbuka meminta dukungan kepada para santri pondok tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.