Selain Karen Agustiawan, Ini Para Tersangka Kasus Pertamina

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirut Pertamina Karen Agustiawan. TEMPO/Imam Sukamto

    Dirut Pertamina Karen Agustiawan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan. Karen sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka sejak Maret 2018 lalu. Ia menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi investasi perusahaan minyak milik negara Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia. Jaksa menduga proyek ini merugikan negara hingga Rp 568 miliar.

    Baca juga: Berikut Kronologi Kasus Pertamina yang Menjerat Karen Agustiawan

    Selain Karen Agustiawan, Kejaksaan juga menetapkan mantan Direktur Keuangan Pertamina Frederik Siahaan dan Chief Legal Counsel and Compliance Pertamina Genades Panjaitan sebagai tersangka. Kejaksaan Agung juga telah menahan Frederik.

    Pada akhir Januari lalu, kejaksaan juga telah menetapkan mantan Manager Merger & Acquisition Direktorat Hulu Pertamina, berinisial BK, sebagai tersangka.

    Perkara ini berawal dari aksi korporasi Pertamina membeli sebagian aset milik ROC Oil Company Ltd di blok migas BMG Australia. Akuisisi tertuang dalam Agreement for Sale and Purchase-BMG Project tertanggal 27 Mei 2009.

    Belakangan, kejaksaan menduga pengusulan investasi tak sesuai dengan Pedoman Investasi. Pengambilan keputusan ditengarai tak disertai uji kelayakan dan tanpa persetujuan Dewan Komisaris.

    Baca juga: Ditahan Kejaksaan Agung, Karen Agustiawan Menangis

    Walhasil, peruntukan dan penggunaan dana senilai US$ 31,49 juta, beserta biaya yang timbul lainnya senilai US$ 26,8 juta, dinilai tidak memberikan manfaat atau keuntungan kepada perseroan. Perhitungan kerugian negara dalam perkara ini melibatkan akuntan publik. Dalih ini yang kemudian digunakan Kejaksaan Agung untuk menjerat Karen Agustiawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.