Kubu Jokowi Sebut Lawannya Mainkan Isu Agama Lewat Ijtima Ulama 2

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden RI Prabowo Subianto (kedua kanan),  Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon (kiri) saat menghadiri Sidang Pleno Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional II di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Minggu, 16 September 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Calon Presiden RI Prabowo Subianto (kedua kanan), Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon (kiri) saat menghadiri Sidang Pleno Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional II di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Minggu, 16 September 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni memprediksi, isu agama akan kembali dibangkitkan kubu penantang-nya, Prabowo - Sandiaga. Hal itu terlhat dari dukungan yang diberikan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) lewat Ijtima Ulama 2 yang berlangsung kemarin.

    Baca juga: Ada Penolakan Ijtima Ulama II, Sekjen PAN: Dukungan Ulama Penting

    "Terkait Ijtima Ulama ini, saya kira karena kritik ekonomi gagal, kemudian isu agama kembali dibangkitkan," ujar Raja Juli di Posko Cemara, Jakarta pada Senin, 17 September 2018.

    Menurut Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi itu, kritik ekonomi yang dalam tiga minggu belakangan dilancarkan calon wakil presiden Sandiaga Uno, berhasil dibantah dengan baik oleh kubu-nya. "Misalnya, Rp 100.000 hanya bisa beli cabe dan bawang, ternyata bisa beli macam-macam. Tempe katanya setipis ATM, ternyata masih tebal. Semuanya kami bantah," ujar Antoni.

    Untuk itu, ujar Antoni, koalisinya mempertanyakan komitmen kubu Prabowo - Sandiaga menjalankan demokrasi dengan baik dengan tidak menggunakan isu agama secara massif dalam kampanye. "Pertanyaan saya, apakah isu agama akan kembali dipertemukan dengan pertemuan ijtima ulama itu?," ujar dia.

    Adapun kesepakatan untuk mendukung Prabowo - Sandiaga telah ditandatangani para petinggi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) dalam Ijtima Ulama 2 yang digelar pada Ahad, 16 September 2018. Kesepakatan itu tertuang dalam Surat Keputusan Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional II nomor 01/IJTIMA/GNPF-ULAMA/MUHARRAM/1440 H tentang penetapan Presiden dan Calon Wakil Presiden.

    Baca juga: Prabowo Disambut Takbir saat Tiba di Lokasi Ijtima Ulama II GNPF

    Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang menggawangi acara tersebut mengungkapkan, Ijtima Ulama 2 akan menggunakan politik identitas untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di pilpres 2019. Rizieq juga mengklaim, ia dan kelompok penggerak 212 juga pernah menggalakkan politik identitas pada Pilkada DKI 2017 lalu dan berbuah kemenangan pasangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno.

    Kendati demikian, Rizieq menekankan bahwa politik identitas para ulama dan umat Islam yang dimaksudnya bukan politik SARA. Melainkan, politik yang dimaksud ini dilakukan untuk menjunjung tinggi ayat suci di atas ayat konstitusi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.