Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ada Penolakan Ijtima Ulama II, Sekjen PAN: Dukungan Ulama Penting

image-gnews
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kedua kiri), berbincang dengan Ketua Majelis Penasehat Partai Soetrisno Bachir (kiri) dalam Rapimnas II 2016 yang juga dihadiri Ketua Dewan Kehormatan Amien Rais (kedua kanan) dan Sekjen Eddy Suparno (kanan) di Jakarta, 27 Maret 2016. ANTARA/Rosa Panggabean
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kedua kiri), berbincang dengan Ketua Majelis Penasehat Partai Soetrisno Bachir (kiri) dalam Rapimnas II 2016 yang juga dihadiri Ketua Dewan Kehormatan Amien Rais (kedua kanan) dan Sekjen Eddy Suparno (kanan) di Jakarta, 27 Maret 2016. ANTARA/Rosa Panggabean
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno berpendapat Ijtima Ulama jilid II yang digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) tak perlu dibatalkan.

"Ijtima ulama itu memberi rekomendasi. Tidak ada keharusan berdasarkan hukum untuk tidak dilaksanakan," kata Eddy dalam acara pembekalan calon legislatif PAN di Hotel Grand Paragon, Jakarta Barat pada Ahad, 16 September 2018.

Baca: Ijtima Ulama GNPF, Moeldoko Minta Agama Tak Dibawa ke Politik

Menurut Eddy, dukungan masyarakat dari kalangan mapapun penting bagi kemenangan pasangan capres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang diusungnya, termasuk dukungan dari ulama yang tergabung dalam eks penggerak aksi 212 itu. Karena itu, kata dia, PAN bakal tetap menunggu hasil rekomendasi GNFP.

GNPF sebelumnya menggelar Ijtima Ulama I yang dihelat pada Juli lalu. Pertemuan 500 ulama waktu itu menghasilkan rekomendasi nama paslon untuk pilpres 2019, yaitu Prabowo Subianto-Salim Segaf Al Jufri dan Prabowo Subianto-Ustad Abdul Somad. Namun nama yang diusulkan dalam Ijtima Ulama itu kepada koalisi Prabowo-Sandiaga tak dilirik.

Baca: Sekjen PAN Tunggu Rekomendasi Ijtima Ulama GNPF

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Meski demikian, GNFP tak lantas berbelot mendukung kubu lawan. Ketua GNFP Ulama Yusuf Muhammad Martak mengatakan Ijtima Ulama II akan membulatkan suara para ulama serta menghasilkan beberapa pakta integritas dan rekomendasi yang akan diusulkan untuk koalisi Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Gerindra, dan Partai Demokrat.

Perihal rekomendasi yang diajukan, Eddy berharap hasil diskusi para ulama itu akan membikin teduh suasana kontestasi pilpres 2019. "Meski ada hal yang belum terpenuhi pada Ijtima Ulama I, kami harap hasilnya mempererat keutuhan anak bangsa," ujarnya.

Baca: Imam FPI Rizieq Shihab Ikut Telekonferensi Ijtima Ulama II

Eddy juga mengupayakan, setelah Ijtima Ulama II digelar, paslon capres dan cawapres yang diusung koalisi partai mereka akan berdiskusi untuk menimbangnya. "Agar hasil Ijtima bulat," ujarnya.

Ijtima Ulama II sempat diminta dibatalkan oleh Ketua Presidium Aksi Bela Islam Kapitra Ampera. Menurut Kapitra, agenda tersebut bermuatan politik praktis. Ia kecewa lantaran pertemuan ulama itu terpolarisasi untuk kepentingan politik tertentu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Politikus PAN Prihatin Kebocoran Data 204 Juta DPT KPU Terjadi

6 hari lalu

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus
Politikus PAN Prihatin Kebocoran Data 204 Juta DPT KPU Terjadi

Anggota Komisi II DPR Guspardi Gaus merasa prihatin atas terjadinya dugaan kebocoran data 204 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT) KPU.


Soetrisno Bachir Masuk Timnas AMIN, PAN Tak Akan Beri Sanksi

14 hari lalu

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bersama Ketua Majelis Penasihat Partai PAN, Soetrisno Bachir (kanan), seusai mengikuti penutupan Rakernas I DPP PAN, di Jakarta, 7 Mei 2015. TEMPO/Imam Sukamto
Soetrisno Bachir Masuk Timnas AMIN, PAN Tak Akan Beri Sanksi

Soetrisno Bachir disebut tak mewakili PAN di Timnas AMIN


Viva Yoga Sebut Soetrisno Bachir Tak Wakili PAN di Timnas AMIN

14 hari lalu

Ketua Majelis Pertimbangan PAN Soetrisno Bachir. TEMPO/Subekti
Viva Yoga Sebut Soetrisno Bachir Tak Wakili PAN di Timnas AMIN

Viva Yoga mengatakan keberadaan Soetrisno Bachir di Timnas AMIN tidak mewakili PAN, melainkan dari unsur tokoh Muhammadiyah.


Soetrisno Bachir, Tokoh Muhammdiyah yang Jadi Wakil Ketua Dewan Penasihat Timnas AMIN

15 hari lalu

Ketua KEIN, Soetrisno Bachir, menyebutkan solusi jangka pendek yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah dengan menahan dana investor dan dunia usaha agar mengendap di Tanah Air.
Soetrisno Bachir, Tokoh Muhammdiyah yang Jadi Wakil Ketua Dewan Penasihat Timnas AMIN

Soetrisno Bachir masuk ke dalam struktur Timnas AMIN, berbeda pilihan dengan PAN.


Anies Baswedan di Ijtima Ulama Sebut Tak Kompromi dengan Komunisme

19 hari lalu

Calon presiden nomor urut satu Anies Baswedan memberikan sambutan saat deklarasi relawan Garda Matahari di Jakarta, Jumat 17 November 2023. Relawan Garda Matahari mendeklarasikan dukungan terhadap calon presiden dan wakil presiden dari koalisi perubahan Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar pada Pilpres 2024. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Anies Baswedan di Ijtima Ulama Sebut Tak Kompromi dengan Komunisme

Anies Baswedan mengatakan, pihaknya memahami betul bahwa Indonesia adalah sebuah negeri yang berdasar Pancasila.


Terkini: Profil Alex Tirta-Bos Alexis yang Disebut Sewa Rumah untuk Firli Bahuri, Erick Thohir Tetap Support Prabowo Usai Batal Jadi Cawapres

35 hari lalu

Alex Tirta. ANTARA
Terkini: Profil Alex Tirta-Bos Alexis yang Disebut Sewa Rumah untuk Firli Bahuri, Erick Thohir Tetap Support Prabowo Usai Batal Jadi Cawapres

Polda Metro Jaya menyebut rumah Firli Bahuri di Jalan Kertanegara adalah milik seseorang berinisial E yang disewa oleh Alex Tirta untuk Firli.


Panjang Urusan Lagu PAN PAN PAN, Diputus Bersalah oleh Bawaslu Kini Menggelinding ke KPI

42 hari lalu

Selebritas yang juga bakal calon legislatif Partai Amanat Nasional (PAN) Surya Utama alias Uya Kuya (kanan) berswafoto dengan kader partai lainnya usai pengajuan berkas bakal calon anggota DPR di Gedung KPU, Jakarta, Jumat 12 Mei 2023. PAN mendaftarkan 580 bakal calon legislatif (caleg) anggota DPR ke KPU. Tempo/Reyhan
Panjang Urusan Lagu PAN PAN PAN, Diputus Bersalah oleh Bawaslu Kini Menggelinding ke KPI

Masalah Lagu PAN PAN PAN rupanya tak berhenti di Bawaslu DKI, kini soal sosialisasi lagu itu jadi urusan di KPI. Selesainya kapan?


PAN Menilai Putusan Bawaslu terhadap Iklan Lagunya Tak Adil, Minta Dikoreksi

43 hari lalu

Suasana sidang dugaan pelanggaran administratif pemilu di ruang sidang Bawaslu DKI Jakarta, Jakarta Selatan pada Selasa, 10 Oktober 2023. Sidang dihadiri oleh pihak pelapor Bawaslu Jakarta Selatan, sementara pihak terlapor DPP PAN telah mengirim surat ketidak hadiran. Aisyah Amira Wakang/TEMPO.
PAN Menilai Putusan Bawaslu terhadap Iklan Lagunya Tak Adil, Minta Dikoreksi

PAN mengatakan hanya ditegur. Bawaslu merekomendasikan tindak lanjut putusan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).


Begini Pembelaan Sekjen Partai Soal Lagu PAN PAN PAN yang Diputus Langgar Aturan Pemilu

44 hari lalu

Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno, menghadiri acara refleksi akhir tahun dan nobar piala dunia di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Ahad, 18 Desember 2022. TEMPO/Ima Shafira
Begini Pembelaan Sekjen Partai Soal Lagu PAN PAN PAN yang Diputus Langgar Aturan Pemilu

Sekretaris Jenderal PAN menyangkal adanya pelanggaran Pemilu dalam lagu PAN PAN PAN.


KPI Tunggu Rekomendasi Bawaslu Soal Pelanggaran Pemilu dalam Lagu PAN PAN PAN

44 hari lalu

Suasana sidang dugaan pelanggaran administratif pemilu di ruang sidang Bawaslu DKI Jakarta, Jakarta Selatan pada Selasa, 10 Oktober 2023. Sidang dihadiri oleh pihak pelapor Bawaslu Jakarta Selatan, sementara pihak terlapor DPP PAN telah mengirim surat ketidak hadiran. Aisyah Amira Wakang/TEMPO.
KPI Tunggu Rekomendasi Bawaslu Soal Pelanggaran Pemilu dalam Lagu PAN PAN PAN

KPI masih menunggu rekomendasi dari Bawaslu soal pelanggaran Pemilu dalam lagu PAN PAN PAN. PAN sebelumnya diputus bersalah.