Hidayat Serap Aspirasi di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid  saat bersilaturahmi dan serap aspirasi di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta, 14 September 2018.

    Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid saat bersilaturahmi dan serap aspirasi di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta, 14 September 2018.

    INFO NASIONAL - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid selalu mengapresiasikan setiap tindakan dan perbuatan yang membawa kemaslahatan umat. Hal itu juga yang disampaikannya saat bersilaturahmi dan serap aspirasi di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta, 14 September 2018.

    Kedatangan Hidayat Nur Wahid di rumah sakit yang terbilang pertama di Jakarta itu, disambut oleh Direktur RS Muhammadiyah Taman Puring, dr Cecep Permana, serta para dokter dan perawat. "Saya menyampaikan terima kasih atas penerimaan dan sambutan yang diberikan," ucapnya.  

    RS Muhammadiyah Taman Puring pada awalnya adalah sebuah klinik kecil yang melayani kesehatan ibu dan anak. Dalam perjalanan waktu, amal usaha yang dilakukan berkembang pesat. Saat ini rumah sakit itu berdiri di atas lahan 3.500 meter persegi. Sebagai rumah sakit yang berada di wilayah yang strategis, premium, membuat rumah sakit itu menghadapi tantangan dalam amal usahanya, seperti biaya operasional dan pajak yang ditanggung.

    Apa yang menjadi tantangan inilah yang didengar dan diperjuangkan oleh Hidayat Nur Wahid dalam kunjungannya itu. "Apa yang menjadi masalah, sampaikan kepada anggota DPR," ujarnya.

    Hal demikian perlu menjadi perhatian semua. Menurut alumni Pondok Modern Gontor itu, apa yang menjadi amal usaha perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, agar RS Muhammadiyah Taman Puring tetap menjalankan peran kemanusiaan dan sosial dalam melayani masyarakat.

    Terlepas dari tantangan yang ada, Hidayat Nur Wahid mengapresiasi kinerja pimpinan rumah sakit, dokter, perawat, staf administrasi, serta pelaku amal usaha lainnya.

    Dirinya mengaku kagum dengan perjuangan para medis, dokter, sehingga pria asal Klaten, Jawa Tengah, itu pernah bercita-cita menjadi dokter. "Karena ini profesi mulia yang dapat menolong banyak orang," tuturnya.

    Menurut pria yang menempuh pendidikan S1 hingga S3 di Arab Saudi itu, manusia akan menjadi mulia bila memberikan manfaat untuk orang lain. "Sebagaimana dalam hadits dinyatakan, orang paling baik adalah yg paling banyak manfaatnya," ujarnya.

    Diakui, dirinya tak berhasil menjadi dokter. Namun dengan tersenyum, ia mengatakan bahwa sekarang dirinya malah menjadikan doktor. "Dan dalam kehidupan, saya mempunyai istri seorang dokter, dokter Ibu Diana Abbas Thalib," katanya sambil tersenyum lebar.

    Di akhir sambutan, dirinya terus mendorong agar para dokter dan perawat untuk senantiasa ikhlas dalam menjalankan tugas mulia menolong masyarakat yang berobat. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.