Selasa, 18 September 2018

Survei: Elektabilitas 5 Partai Ini di Bawah Ambang Batas Parlemen

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby memberi keterangan pers terkait hasil survei terbaru Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di kantornya, 7 Maret 2017. Tempo/Avit Hidayat

    Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby memberi keterangan pers terkait hasil survei terbaru Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di kantornya, 7 Maret 2017. Tempo/Avit Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memprediksi lima partai, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Amanat Nasional (PAN), bakal saling sikut untuk bisa menempatkan wakilnya di parlemen pada Pemilu 2019. Sebabnya, survei LSI Denny JA pada Agustus 2018 menunjukkan elektabilitas lima partai ini sedikit berada di bawah ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

    Baca juga: Mau Pemilu 2019, Polisi Ajak Media Hindari Nara Sumber Provokatif

    LSI Denny JA melakukan survei pada 12-19 Agustus 2018 lewat wawancara tatap muka dengan instrumen kuesioner. Metode yang digunakan yakni multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of error lebih kurang 2,9 persen.

    Berdasarkan survei itu, kelima partai ini berada di papan bawah dengan peringkat ke-6 hingga ke-10. Survei LSI Denny JA menyebutkan elektabilitas PKS (3,9 persen), PPP (3,2 persen), NasDem (2,2 persen), Perindo (1,7 persen) dan PAN (1,4 persen).

    "Dengan margin of error 2,9 persen, partai di papan bawah ini kemungkinan lolos dan tidak lolosnya masih sama besar," kata peneliti LSI Denny JA, Adjie Al Faraby, di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta, Rabu, 12 September 2018.

    Menurut Adjie, kunci agar kelima partai ini bisa lolos ambang batas parlemen 4 persen sangat bergantung pada strategi masing-masing partai politik. "Bagaimana cara mereka mendongkrak suara lewat calegnya," ucapnya.

    Adjie berujar nasib kelima partai ini juga bergantung pada kinerja partai-partai besar dalam mendulang suara di Pemilu 2019. Jika partai besar mampu menarik suara yang lebih besar, maka potensi lima partai ini untuk lolos makin mengecil.

    Baca juga: Kejaksaan Agung Antisipasi Perang Asimetris di Pemilu 2019

    "Mereka harus bersaing satu sama lain untuk lolos," tuturnya.

    Berikut prediksi lengkap perolehan suara partai di Pemilu 2019 berdasarkan survei LSI Denny JA:

    1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 24,8 persen
    2. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 13,1 persen
    3. Partai Golkar 11,3 persen
    4. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 6,7 persen
    5. Partai Demokrat 5,2 persen
    6. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 3,9 persen
    7. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 3,2 persen
    8. Partai Nasional Demokrat (NasDem) 2,2 persen
    9. Partai Persatuan Indonesia (Perindo) 1,7 persen
    10. Partai Amanat Nasional (PAN) 1,4 persen
    11. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 0,6 persen
    12. Partai Bulan Bintang (PBB) 0,2 persen
    13. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 0,2 persen
    14. Partai Berkarya 0,1 persen
    15. Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) 0,1 persen
    16. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 0,1 persen
    17. Undecided voter 25,2 persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.