Pengacara Sebut Kemenpora Jadikan Roy Suryo Kambing Hitam

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menpora Roy Suryo. TEMPO/Jati Mahatmaji

    Mantan Menpora Roy Suryo. TEMPO/Jati Mahatmaji

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Roy Suryo, Tigor Simatupang, menduga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tengah mencari kambing hitam di balik pengiriman surat permintaan pengembalian barang kepada mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) periode 2013-2014 itu. Ia juga mengucapkan surat Kemenpora itu adalah karangan bohong.

    Baca: Surat Viral, Kemenpora Disebut Ingin Mempermalukan Roy Suryo

    Tigor menuturkan, setelah Roy Suryo tak lagi menjabat sebagai Menpora pada 2014, ada barang-barang yang dikirimkan ke rumah kliennya di Yogyakarta. Tigor mengklaim barang-barang itu dikirim pihak Kemenpora. Saat barang dikirim, Roy Suryo sedang tidak berada di Yogyakarta. "Setelah Pak Roy pulang ke Yogyakarta, dia lihat barang bertumpuk-tumpuk di rumahnya," ucap Tigor.

    Politikus Demokrat itu pun mempertanyakan asal-muasal barang tersebut. Menurut Tigor, Roy mendapat penjelasan bahwa barang-barang tersebut berasal dari Kemenpora. "Ah, kembaliin. Ini bukan barang saya. Kembaliin ke Kemenpora," tuturnya menirukan ucapan Roy Suryo.

    Tigor berujar tindakan Kemenpora yang demikian dilakukan untuk menjadikan Roy Suryo sebagai kambing hitam. Menurut ia, Kemenpora mencari kambing hitam karena tidak bisa mempertanggungjawabkan mark up yang terjadi di dalam tubuh Kemenpora. "Ada praktek mark up itu jelas, dugaan kami seperti itu," kata Tigor.

    Baca: Pengacara Jelaskan Muasal Barang Kemenpora di Rumah Roy Suryo

    Tigor melanjutkan, ketika seseorang menjadi pejabat publik dan menghuni rumah dinas, pasti ada daftar nama barang yang merupakan barang inventaris. Ketika pejabat yang bersangkutan akan berhenti, barang-barang yang terdaftar dalam inventaris akan kembali diperiksa sebelum pejabat tersebut keluar.

    "Baru ini barang-barang sudah oke, tanda tangan. Dan pak Roy keluar harus ada tanda tangan mengenai barang-barang tersebut. Kalau (daftar inventaris) tidak ada, itu jelas karangan perkataan bohong atau fitnah," ujarnya.

    Sebelumnya, Kemenpora melalui surat bernomor 513/SET.BIII/V/2018 yang dibuat pada 1 Mei 2018 meminta Roy Suryo untuk mengembalikan barang milik negara sebanyak 3.226 unit. Tak ada penjelasan rinci mengenai barang-barang apa saja yang masih dibawa Roy Suryo dalam surat tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.