Ali Mochtar Ngabalin: Gerakan #2019GantiPresiden Makar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ali Mochtar Ngabalin. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Ali Mochtar Ngabalin. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin, menyebut aksi dan deklarasi #2019GantiPresiden adalah makar. Unsur makar, kata dia, sudah terlihat secara harafiah dari slogan tersebut.

    Baca juga: ARB Komentari Tindakan Represif kepada Aktivis #2019GantiPresiden

    "2019 itu artinya tanggal 1 Januari pukul 00.00. Artinya apa, saat itu juga ganti presiden, artinya tindakan makar," katanya saat dihubungi Tempo, Senin, 27 Agustus 2018.

    Ali menjelaskan Indonesia baru melaksanakan pemilihan presiden pada 17 April 2019. Sebabnya jika tidak ingin aksi #2019GantiPresiden disebut makar, harus mengubah kata-katanya. "Iya, dong. Kasih #17April2019GantiPresiden," kata Ali.

    Menurut Ali, lantaran masuk kategori makar maka segala aktivitas dan deklarasi #2019GantiPresiden harus dihentikan. Ia pun mendukung jika ada upaya dari aparat keamanan yang ikut membubarkan aksi tersebut.

    "Makar itu, makar. Harus dihentikan seluruh aktivitasnya. (Pembubarannya) Harus di-back up," tuturnya.

    Baca juga: Dianggap Banyak Mudarat, Polisi Larang #2019GantiPresiden

    Ali menolak jika deklarasi #2019GantiPresiden diperbolehkan dengan dalih kebebasan berpendapat. Menurut dia, aksi menyalahi Undang-Undang nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

    "Ada syarat untuk kepentingan persatuan dan kesatuan, menghargai pendapat orang lain, tidak mengacau keamanan. (Sementara) mereka melawan polisi, dan polisi adalah representasi hukum, hukum berjalan," ujarnya.

    Selain itu, kata dia, aksi #2019GantiPresiden berpotensi menimbulkan konflik horisontal di tengah masyarakat.

    Baca juga: Yaqut: Ansor dan Banser Tak Terlibat Penolakan #2019GantiPresiden

    Sebelumnya, sejumlah massa menolak kedatangan aktivis gerakan #2019GantiPresiden, Neno Warisman, di Pekanbaru, Riau, Sabtu pekan lalu. Mereka mengepung bandara dan memaksa Neno kembali ke Jakarta. Sementara itu, massa aksi #2019GantiPresiden sempat terlibat bentrokan dengan pihak yang kontra di Surabaya, Jawa Timur, kemarin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.