33 Jemaah Haji Indonesia Meninggal Saat Fase Armuzna

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan umat muslim melempar batu krikil saat mengikuti lempar jumroh pada pilar yang diibaratkan sebagai setan dalam pelaksanaan ibadah haji di Mina, Arab Saudi, 22 Agustus 2018. AP

    Puluhan umat muslim melempar batu krikil saat mengikuti lempar jumroh pada pilar yang diibaratkan sebagai setan dalam pelaksanaan ibadah haji di Mina, Arab Saudi, 22 Agustus 2018. AP

    TEMPO, Mekah - Pemerintah Indonesia mencatat ada sebanyak 125 jemaah haji Indonesia yang wafat selama melaksanakan prosesi ibadah haji 2018 hingga Rabu, 22 Agustus 2018. Sebanyak 33 orang diantaranya meninggal dalam fase Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

    Rinciannya, di Arafah ada tujuh anggota jemaah meninggal, Muzdalifah lima jemaah, dan Mina 21 jemaah. Penanggung Jawab Pos Kesehatan Haji Indonesia Muhammad Yanuar Fajar mengatakan jemaah di Mina sebagian besar mengalami gangguan kesehatan karena kelelahan dan dehidrasi. "Jumlahnya bisa bertambah jika jemaah tak bisa menjaga kebugaran," kata dia, Rabu, 22 Agustus 2018.

    Baca: Usai Wukuf di Arafah, Jemaah Haji Menuju Muzdalifa

    Menurut dia, Mina menjadi kawasan yang rentan bagi jemaah haji karena fase ibadah ini tergolong menguras fisik, terutama bagi mereka yang memiliki kendala kesehatan dan sudah berusia lanjut. Prosesi mabit dan jumrah di kawasan Mina dilaksanakan pada 21-24 Agustus 2018. Dua kegiatan itu salah satunya diisi dengan amalan melempar batu di hari Nahar (10 Zulhijah) dan hari Tasyrik (11-13 Zulhijah).

    Fajar mengatakan fase ibadah haji mabit di Mina yang diselingi dengan lempar jumrah di Jamarat tergolong melelahkan. Sebelum di Mina, jemaah akan kurang istirahat setelah menjalani ibadah dan berbagai kegiatan di Madinah serta Mekah, wukuf Arafah, mabit Muzdalifah, dan lainnya.

    Baca: Bayi Laki-laki Lahir Saat Ibunya Beribadah Haji di Arafah

    Saat di Mina, kata Fajar, mereka harus jalan kaki pulang pergi rute Mina-Jamarat dengan jarak sekitar lima kilometer, ditambah kendala cuaca panas di Arab Saudi. Jika jemaah mendapatkan tenda di Mina Jadid, jarak tempuh Jamarat pulang pergi bisa lebih dari 5 kilometer.

    Fajar mengatakan salah satu pos kesehatan di Mina yang melayani jemaah Indonesia sempat terisi penuh saat 10 Zulhijah lalu. Sebagian besar pasien adalah jemaah yang mengalami kendala kesehatan di tengah prosesi Jumrah Aqabah. Fase jumrah ini tergolong paling riskan banyak anggota jamaah bertumbangan. "Ada 30 tempat tidur untuk pasien di pos kesehatan kami, saat jumrah Aqabah sampai tidak muat dan beberapa terpaksa harus ditempatkan di lantai, sebagian dievakuasi ke tempat lain," kata dia.

    Baca: Arab Saudi Sediakan Santapan Siap Saji Bagi Jemaah Haji


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.