Lawan Politik Gunakan Isu Ekonomi, PDIP: Malah Bagus!

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapitra Ampera (Kiri), bersama Hasto Kristiyanto (tengah) dan Sidarto Danusubroto dalam acara penyerahan dokumen persyaratan caleg di Gedung DPP PDIP, Jakarta, Selasa, 24 Juli 2018. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan.

    Kapitra Ampera (Kiri), bersama Hasto Kristiyanto (tengah) dan Sidarto Danusubroto dalam acara penyerahan dokumen persyaratan caleg di Gedung DPP PDIP, Jakarta, Selasa, 24 Juli 2018. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan isu ekonomi yang digunakan lawan politik Joko Widodo atau Jokowi untuk pemilihan presiden 2019 adalah sesuatu yang menguntungkan bagi Jokowi. Menurut Hasto, Jokowi memiliki pengalaman yang sangat luas dan memahami urusan pengendalian inflasi.

    Baca: Ketua PBNU Beri Kartu Anggota NU ke Prabowo, Ini Kata Sekjen PDI

    "Dia juga sangat paham bagaimana BBM (Bahan Bakar Minyak) menjadi satu harga, bagaimana konfigurasi di dalam sistem energi nasional menjadi lebih berimbang dan berdaulat. Sementara di sana (kubu Prabowo) kan masih ekonomi korporasi," kata Hasto di Posko Cemara, Jakarta, Minggu 19 Agustus 2018.

    Hasto juga mengatakan calon wakil presiden Joko Widodo untuk 2019 nanti, Ma'ruf Amin, merupakan sosok yang mengerti soal permasalahan ekonomi nasional. "Kyai Haji Ma'ruf sendiri pernah menjadi pimpinan komisi VI di Dewan Perwakilan Rakyat yang fokus pada kebijakan industri, kebijakan BUMN, dan ekonomi keumatan. Itu kan lebih luas daripada ekonomi korporasi," ujarnya.

    Dalam kompetisi pemilihan presiden, kata Hasto, selalu ada ruang untuk menyerang salah satu calon. Terkait dengan janji-janji kampanye Jokowi pada pilpres 2014 lalu yang sering dipertanyakan pihak lawan Jokowi, Hasto mengatakan banyak pula perubahan-perubahan yang tidak termasuk dalam janji kampanye Jokowi yang kemudian dijalankan dengan sangat baik.

    Baca: Sekjen PDIP Bandingkan Kemampuan Maruf Amin - Sandiaga Uno

    "Ketika pemimpin bisa hadir jauh lebih sempurna dan menyatu bersama rakyat, ini merupakan modal kepemimpinan yang sangat baik. Sebaliknya pemimpin yang mengambil jarak dengan rakyatnya sendiri itu menjadi track record yang tidak baik," tutur Hasto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.