Kabupaten Pakpak Bharat Berkolaborasi dan Berinovasi Membangun Negeri

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu (tengah) mengajak masyarakat bekerja lebih keras, cerdas, dan ikhlas. (dok. Pemkab. Pakpak Bharat)

    Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu (tengah) mengajak masyarakat bekerja lebih keras, cerdas, dan ikhlas. (dok. Pemkab. Pakpak Bharat)

    INFO NASIONAL - Rentak gemulai para penari kolosal dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Salak mewarnai peringatan hari ulang tahun ke-15 tahun Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, di Lapangan Napasengkut, Salak, Sabtu, 28 Juli 2018. Upacara yang dipimpin langsung Bupati Remigo Yolando Berutu ini, dihadiri semua elemen aparatur sipil negara (ASN) pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, barisan tenaga kesehatan, unsur TNI, Polri, pelajar, dan organisasi kepemudaan.

    Setelah upacara, peringatan hari jadi dilanjutkan dengan acara ramah-tamah bersama semua elemen masyarakat. Di sela-sela acara tersebut, Remigo mengatakan, sebagai penerima amanah untuk memimpin, ia berupaya agar percepatan kesejahteraan semakin maksimal. Namun ia mengakui hal tersebut bukan hal mudah jika dilakukan sendiri. “Itulah mengapa penting bagi kita untuk bekerja sama atau berkolaborasi sebagaimana tema hari jadi pada tahun ini, yaitu ‘berkolaborasi, berinovasi membangun negeri’,” katanya di hadapan masyarakat.

    Ia juga meminta peran para tokoh menggerakkan masyarakat agar bekerja lebih keras, lebih cerdas, serta lebih ikhlas. “Jangan terlena, ayo, kita berdayakan masyarakat serta suku Pakpak silima suak (lima subsuku) semakin kuat dan bersatu,” ujarnya.

    Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu mengajak masyarakat bekerja lebih keras, cerdas, dan ikhlas. (dok. Pemkab. Pakpak Bharat)

    Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pakpak Bharat Sonni P. Berutu mengharapkan masyarakat kabupaten ini mampu mengisi juga mengawal pembangunan agar berjalan dengan baik. “Ayo, tunjukkan jati diri kita secara elegan. Sehingga suku Pakpak semakin berdaulat dan menjadi tuan di rumahnya sendiri,” katanya. 

    Kemeriahan peringatan hari jadi ini tak berhenti pada ramah-tamah. Pada 4-6 Agustus 2018, acara dilanjutkan dengan pameran pembangunan dan pesta rakyat yang berlangsung di Lapangan Napasengkut. Acara tersebut dimeriahkan dengan beragam atraksi serta hiburan, termasuk beragam perlombaan dan talk show. Pameran ini dihadiri Bupati didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pakpak Bharat Dewi Remigo dan Sekretaris Daerah Sahat Banurea bersama jajarannya.

    Dalam pameran ini, diadakan pemeriksaan kesehatan gratis di stand RSUD Salak. Selain itu, Bupati menyerahkan mobil puskesmas keliling kepada empat puskesmas, mobil pengantar jenazah kepada RSUD Salak, juga 20 unit sepeda motor kepada tenaga kesehatan lingkungan (sanitarian) dan tenaga imunisasi yang ada di kecamatan.

    Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan susu kepada perwakilan ibu hamil dan menyusui oleh Dewi Remigo. Lalu penyerahan sertifikat Stop BABS (buang air besar sembarangan) kepada kepala desa yang daerahnya dinyatakan bebas dari BABS juga para camat yang daerahnya sudah bersih dari perilaku BABS. Bupati bersama Dewi Remigo juga menyerahkan sertifikat kepada puskesmas yang telah lulus akreditasi, yaitu Puskesmas Sukaramai dan Puskesmas Siempat Rube.

    Dalam pameran tersebut, secara resmi, Remigo meluncurkan berbagai aplikasi pelayanan online, antara lain Simpustaka (Bagian Humas Setda), Sipela KNPB (Dinas Koperasi dan UMKM), juga aplikasi SIMPeg (BKD). Selain peluncuran, dilakukan uji coba Simpustaka untuk pendaftaran keanggotaan perpustakaan secara online.

    Dalam acara itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa juga menggelar talk show mengenai pelaksanaan badan usaha milik desa (BUMDes) yang tidak sekadar menggali potensi desa, tapi juga mampu membuat desa lebih mandiri. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.