Berniat Temui Jokowi, Prabowo Ingin Demokrasi yang Dewasa

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla berjabat tangan dengan pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di rumah dinasnya, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. TEMPO/Vindry Florentin

    Wakil Presiden Jusuf Kalla berjabat tangan dengan pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di rumah dinasnya, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. TEMPO/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto (Prabowo) dan Sandiaga Uno berencana bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Keduanya memastikan bertemu dalam waktu dekat.

    Baca juga: Bertemu Politikus Senior Golkar, Sandiaga Ngobrol Soal Ini

    Prabowo bermaksud menjalin hubungan baik dengan lawannya tersebut. "Kami tetap ingin melaksanakan demokrasi yang dewasa, yang baik, yang santun, supaya demokrasi kita kelihatan sangat matang dan dewasa," kata dia di rumah dinas Wakil Presiden di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018.

    Ketua Umum Partai Gerindra itu belum memastikan waktu pertemuan dengan Jokowi. "Mungkin nanti setelah 17 Agustus ya," kata dia.

    Malam ini Prabowo bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dia datang sebagai junior ke senior di bidang politik. Keduanya pernah bergabung dalam naungan Partai Golkar dan berpengalaman bersaing di pemilihan presiden.

    "Sesuai dengan adat istiadat kita bangsa Indonesia, yang muda datang ke lebih senior untuk sowan. Untuk mohon melaksanakan suatu pekerjaan untuk rakyat kita," kata Prabowo.

    Pertemuan antara Kalla dengan Prabowo dan Sandiaga yang digelar di rumah dinas Kalla. Hadir pula Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, pengusaha Aksa Mahmud, dan Erwin Aksa.

    Juru Bicara Wakil Presiden, Husain Abdullah, menuturkan, pertemuan ini diinisiasi Prabowo sendiri. "Dari kemarin kalau tidak salah (ada permintaan untuk bertemu)," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.