Tiga Kali Mengikuti Pilpres, JK Mengklaim Tidak Ada Mahar Politik

Reporter

Wakil Presiden Jusuf Kalla berada di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, 10 Juni 2018, untuk bertolak ke Jepang. Setwapres RI

TEMPO.CO, Jakarta-Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK mengaku tak pernah ada mahar politik saat ia tiga kali mengikuti pemilihan presiden. JK mengikuti pilpres pada 2004, 2009, dan 2014. "Waktu zaman saya tiga kali ikut (pilpres) tidak ada (mahar)," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2018.

JK berujar mahar politik juga tidak ada ketika dia memimpin Partai Golkar. JK berseloroh mahar  hanya untuk orang yang menikah. "Mahar itu kalau orang kawin. Itu maharnya simbolik, sekian riyal atau tak ada yang tinggi-tinggi kalau mahar. Mana ada tinggi mahar satu miliar, kan, ndak ada. Paling 10 juta, 20 juta," kata dia.

Baca: Mahar Rp 1 Triliun untuk Kampanye, Sandiaga Uno: Itu Pelintiran

Mengenai isu dugaan mahar politik calon wakil presiden Sandiaga Uno kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN), JK mengaku tidak tahu. Menurut dia bisa saja masalah itu bagian dari negosiasi untuk biaya kampanye.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief sebelumnya menuding Sandiaga memberi Rp 500 miliar ke PKS dan PAN. Dia menyebut mahar politik itu diberikan agar kedua partai menyetujui Sandiaga digandeng Prabowo sebagai cawapres.

Simak: Alasan KPK Tidak Bisa Usut Mahar Politik Jenderal Kardus Sandiaga

Menurut Andi, Prabowo hanya memilih calon wakil presiden atau cawapres yang memiliki uang untuk menyenangkan PKS dan PAN. Ia mempersilakan wartawan jika akan mengutip cuitannya di Twitter.

Tudingan Andi dibantah politikus Gerindra dan PAN. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengatakan tudingan itu tidak perlu dibahas. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan juga berpendapat senada. Zulkifli menyebut pernyataan Andi Arief itu sebagai berita bohong alias hoaks. PKS bahkan berencana melaporkan Andi Arief ke polisi terkait cuitannya soal Sandiaga memberikan mahar politik.






Ketentuan Presidential Threshold 20 Persen Dinilai Persempit Demokrasi

1 hari lalu

Ketentuan Presidential Threshold 20 Persen Dinilai Persempit Demokrasi

Selain ke MK, upaya mengubah ketentuan presidential threshold dinilai mesti melalui komunikasi dengan pimpinan partai politik.


Anies Baswedan Bicara Panjang Demokrasi, Singgung Ancaman, Intimidasi, dan Pilpres

2 hari lalu

Anies Baswedan Bicara Panjang Demokrasi, Singgung Ancaman, Intimidasi, dan Pilpres

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai bahwa proses demokrasi di Indonesia harus dilihat secara mendalam.


Jelang Pilpres Brasil, Neymar Dukung Presiden Jair Bolsonaro

2 hari lalu

Jelang Pilpres Brasil, Neymar Dukung Presiden Jair Bolsonaro

Bintang sepak bola Brasil Neymar Junior mendukung upaya pemilihan ulang Presiden Jair Bolsonaro jelang pilpres Ahad 2 Oktober 202


PDIP Ungkap Tak Bisa Menolak Keinginan Cak Imin Jadi Wapres Puan Maharani

4 hari lalu

PDIP Ungkap Tak Bisa Menolak Keinginan Cak Imin Jadi Wapres Puan Maharani

Said Abdullah, mengaku menghargai wacana duet Puan Maharani dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin pada Pilpres 2024.


Duduk Satu Meja dengan Anies Baswedan, Ahmad Sahroni: Nama Capres Koalisi Diumumkan 10 November

6 hari lalu

Duduk Satu Meja dengan Anies Baswedan, Ahmad Sahroni: Nama Capres Koalisi Diumumkan 10 November

Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni menyatakan nama capres koalisi akan diumumkan 10 November. Hadir di acara bersama Anies Baswedan.


Pemanasan Pilpres Disokong Simpatisan

9 hari lalu

Pemanasan Pilpres Disokong Simpatisan

Poros-poros pendukung bakal calon presiden di Pilpres 2024 mulai bermunculan.


Sejarah Hari Ini, 20 September 2004 Pilpres Putaran Kedua SBY Kalahkan Megawati

12 hari lalu

Sejarah Hari Ini, 20 September 2004 Pilpres Putaran Kedua SBY Kalahkan Megawati

Hari ini, 20 September 2004 merupakan Pilpres 2004 putaran kedua. SBY - Jusuf Kalla dapat suara terbanyak dibandingkan Megawati - Hasyim Muzadi.


Beredar Foto Surya Paloh, Syaikhu, JK Bersama Anies Baswedan dan AHY

13 hari lalu

Beredar Foto Surya Paloh, Syaikhu, JK Bersama Anies Baswedan dan AHY

Anies Baswedan menyatakan siap maju sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024.


Siap Maju Jadi Capres 2024, Anies Baswedan: Setiap Kali Ada Panggilan Tugas Saya Selalu Siap

13 hari lalu

Siap Maju Jadi Capres 2024, Anies Baswedan: Setiap Kali Ada Panggilan Tugas Saya Selalu Siap

Gubernur DKI Anies Baswedan menyatakan akan menuntaskan kerja-kerjanya di DKI Jakarta yang tinggal kurang sebulan lagi.


Anies Baswedan Siap Jadi Capres 2024, PSI DKI: Harus Dinilai Secara Adil dan Objektif

14 hari lalu

Anies Baswedan Siap Jadi Capres 2024, PSI DKI: Harus Dinilai Secara Adil dan Objektif

Ketua DPW PSI DKI Michael Victor Sianipar mengatakan figur Anies Baswedan harus dinilai secara objektif tanpa sentimen dan emosional.