Mahar Politik Jenderal Kardus, Sandiaga: Kami Ingin Pilpres Sejuk

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat meninjau pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu, 11 Juli 2018. Nantinya, enam ruas jalan tol dalam kota itu akan dilengkapi dengan halte TransJakarta. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat meninjau pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu, 11 Juli 2018. Nantinya, enam ruas jalan tol dalam kota itu akan dilengkapi dengan halte TransJakarta. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno, membantah telah memberikan mahar politik kepada Partai Kebangkitan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Isu ini berawal dari cuitan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief yang menuding Sandiaga memberikan Rp 500 kepada PKS dan PAN agar menjadi cawapres Prabowo. "Perlu digaris bawah, itu tidak benar," kata Sandiaga di Kantor Muhammadiyah, Senin malam, 13 Agustus 2018.

    Baca: Mahar Rp 1 Triliun untuk Kampanye, Sandiaga Uno: Itu Pelintiran

    Sandiaga hanya bungkam ketika ditanyakan tindakan yang akan dia lakukan kepada penyebar isu mahar tersebut. Dia hanya tersenyum dan mengatakan ingin menciptakan suasana yang sejuk dan saling merangkul.

    Soal kemungkinan dia akan membawa hal tersebut ke ranah hukum, Sandiaga menuturkan tidak akan terprovokasi dengan isu tersebut. Malah, dia ingin mencoba untuk merangkul. "Kami ingin pilpres sejuk, yang saling merangkul, bukan pilpres yang saling memukul," tutur dia.

    Simak: PKS Soal Post-Islamisme: Sandiaga Tidak Menerapkan Syariah Kaku

    Sebelumnya, dugaan mahar Sandiaga Uno mencuat lewat serangkaian cuitan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief. Andi mengatakan Sandiaga menjanjikan uang masing-masing Rp 500 miliar ke Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional. Dia menyebut mahar politik itu diberikan agar kedua partai menyetujui dia mendampingi Prabowo Subianto menjadi calon wakil presiden.

    Menurut Arief, Prabowo hanya memilih calon wakil presiden atau cawapres yang memiliki uang untuk menyenangkan PKS dan PAN. Ia mempersilakan wartawan jika akan mengutip cuitannya di Twitter.

    Baca juga: Polemik Jenderal Kardus, Sandiaga: Sekarang United We Stand

    Tudingan Arief dibantah politikus Gerindra dan PAN. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengatakan tudingan itu tidak perlu dibahas. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan juga berpendapat senada. Zulkifli menyebut pernyataan Andi Arief itu sebagai berita bohong alias hoaks. PKS bahkan berencana melaporkan Andi Arief ke polisi terkait cuitannya soal Sandiaga memberikan mahar politik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.