Pengamat Sebut Jokowi Kurang Matang Ketimbang SBY Soal Cawapres

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Pasangan bakal capres dan cawapres, Jokowi dan Ma'ruf Amin setelah menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, 12 Agustus 2018. Setelah 1,5 jam menjalani pemeriksaan di ruangan medical check up, keduanya keluar mengenakan kimono rumah sakit untuk menyapa wartawan. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - CEO Riset Saiful Mujani Research Center (SMRC) Djayadi Hanan membandingkan tingkat kematangan Presiden inkumben Jokowi dengan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY saat menghadapi Pilpres di periode kedua.

Baca juga: NasDem Berharap JK Jadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi - Ma'ruf

Menurut Djayadi, Jokowi terlihat kurang matang ketimbang SBY. Padahal dari segi kekuatan politik Jokowi saat ini lebih unggul ketimbang saat SBY maju untuk putaran kedua pada 2009 silam.

"Dibanding SBY, Jokowi kurang matang dan tegas dalam menghadapi Pilpres periode kedua sebagai petahana," ujar Djayadi Hanan saat dihubungi Ahad, 12 Agustus 2018.

Menurut Djayadi, Jokowi terkesan lebih dikontrol oleh partai dalam menentukan calon wakil presidennya yaitu Ma'ruf Amin. Penentuan Ma'ruf Amin terjadi di H-1 pendaftaran capres ke KPU.

Baca juga: Jalani Tes Kesehatan, Jokowi dan Ma'ruf Ditemani Anak Bungsu

Sebelumnya nama Mahfud MD digadang-gadang bakal menjadi pendamping Jokowi. Mahfud bahkan telah mengurus segala keperluan untuk pencalonan wapres. Salah satunya dengan mengurus surat bebas dari kasus pidana di Pengadilan Negeri Sleman, Yogyakarta.

Mahfud bahkan telah berada di seberang restoran Plataran-tempat para ketua partai koalisi Jokowi berkumpul-untuk mendengarkan keputusan koalisi. Namun ternyata Jokowi memilih Ma'ruf Amin setelah pertemuan itu.

Djayadi membandingkan dengan SBY saat akan maju pada periode kedua 2009 silam. Saat itu, SBY kata Djayadi lebih independen da tegas di partai koalisi saat memutuskan nama Boediono sebagai calon wakil presidennya.

Menurut Djayadi saat itu dukungan politik untuk SBY setahun sebelum Pilpres hanya pada kisaran 33 persen. Sedangkan untuk Jokowi dukungan mencapai 50 persen.

Seharusnya dengan keunggulan tersebut, Djayadi menambahkan Jokowi lebih siap dan matang untuk menghadapi Pilpres periode dua. Jokowi, kata dia seharusnya juga memiliki kekuatan terhadap partai koalisi dalam menentukan sikap.

Baca juga: Akui Ma'ruf Amin Tidak Milenial, Begini Strategi Kubu Jokowi

 

Namun, menurut Djayadi, kekuatan Jokowi dalam partai koalisi masih lemah, dengan mudah dikontrol oleh partai.

Hal ini yang menyebabkan Jokowi sebagai petahana tidak matang dibanding SBY. "Jokowi belum bisa bersikap independen terhadap keputusnya di partai koalisi," ujarnya.






Indonesia Tak Kena Sanksi, Begini Isi Lengkap Surat FIFA untuk Presiden Jokowi

54 menit lalu

Indonesia Tak Kena Sanksi, Begini Isi Lengkap Surat FIFA untuk Presiden Jokowi

Indonesia tak kena sanksi FIFA soal Tragedi Kanjuruhan. Hal itu disampaikan Presiden Jokowi setelah menerima surat dari badan sepak bola dunia itu.


Indonesia Bebas dari Sanksi FIFA, Pemerintah dan Badan Sepak Bola Dunia itu Bentuk Tim Transformasi

2 jam lalu

Indonesia Bebas dari Sanksi FIFA, Pemerintah dan Badan Sepak Bola Dunia itu Bentuk Tim Transformasi

Jokowi mengatakan pemerintah Indonesia dan FIFA akan membentuk tim transformasi untuk sepak bola Tanah Air menyusul tragedi Kanjuruhan.


Jokowi: FIFA Sudah Kirim Surat, Indonesia Tak Kena Sanksi

2 jam lalu

Jokowi: FIFA Sudah Kirim Surat, Indonesia Tak Kena Sanksi

Presiden Jokowi mengatakan Indonesia tidak dikenai sanksi oleh FIFA soal kericuhan setelah pertandingan sepak bola Liga 1 di Kanjuruhan.


Kemendagri: Kepres Soal Pj Gubernur DKI Pengganti Anies Baswedan Terbit Pekan Depan

9 jam lalu

Kemendagri: Kepres Soal Pj Gubernur DKI Pengganti Anies Baswedan Terbit Pekan Depan

Kepres Jokowi soal Pj Gubernur DKI pengganti Anies Baswedan diperkirakan akan terbit pekan depan. Heru Budi Hartono dikabarkan akan mengisi kursi itu.


Profil Yenny Wahid yang Dijagokan PSI Menjadi Cawapres 2024, Apa Lagi Selain Putri Gus Dur?

11 jam lalu

Profil Yenny Wahid yang Dijagokan PSI Menjadi Cawapres 2024, Apa Lagi Selain Putri Gus Dur?

PSI menjagokan Yenny Wahid sebagai calon wakil presiden 2024. Begini profil putri Gus Dur yang pernah menjadi Komisaris Garuda Indonesia ini.


Kata KSAL Yudo Margono Soal Panglima TNI. Kandidat Terkuat?

11 jam lalu

Kata KSAL Yudo Margono Soal Panglima TNI. Kandidat Terkuat?

Apa jawaban Kepala Staf TNI AL Laksamana Yudo Margono soal calon Panglima TNI? Mengapa nama Yudo penting untuk dipertimbangkan Jokowi?


ESDM Sebut RI Tak Akan Bangun PLTU Baru Kecuali Proyek Strategis Nasional

17 jam lalu

ESDM Sebut RI Tak Akan Bangun PLTU Baru Kecuali Proyek Strategis Nasional

Kementerian ESDM menyatakan pembangunan PLTU yang sudah ada dalam proyek strategis nasional tetap dijalankan.


Kemendagri Serahkan 3 Calon Pj Gubernur DKI Pengganti Anies ke Jokowi, Sesuai Usulan DPRD

18 jam lalu

Kemendagri Serahkan 3 Calon Pj Gubernur DKI Pengganti Anies ke Jokowi, Sesuai Usulan DPRD

Kemendagri telah menyerahkan tiga nama calon Penjabat atau Pj Gubernur DKI Jakarta kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi.


Ma'ruf Amin Sebut Gubernur BI sebagai Hamzah Washal, Apa Maksudnya?

20 jam lalu

Ma'ruf Amin Sebut Gubernur BI sebagai Hamzah Washal, Apa Maksudnya?

Menurut Ma'ruf Amin, hamzah washal berarti huruf hamzah yang bisa menghubungkan antara kalimat dan kalimat sehingga menjadi untaian kata yang indah.


Polri Sebut Aturan Pengamanan Sepak Bola Belum Selaras dengan Regulasi FIFA

1 hari lalu

Polri Sebut Aturan Pengamanan Sepak Bola Belum Selaras dengan Regulasi FIFA

Mabes Polri yang diwakilkan Wakil Komandan Korps Brimob menyatakan sudah ada prosedur pengamanan, tapi belum selaras dengan FIFA.