Jumat, 17 Agustus 2018

Begini Pidato yang Bikin Jokowi Pilih Ma'ruf Amin Jadi Cawapres

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KH Maruf Amin dilahirkan di Tangerang, Banten, pada 11 Maret 1943. Selain menjadi ulama dan kiai, ternyata Maruf juga aktif sebagai politikus. Dok. TEMPO

    KH Maruf Amin dilahirkan di Tangerang, Banten, pada 11 Maret 1943. Selain menjadi ulama dan kiai, ternyata Maruf juga aktif sebagai politikus. Dok. TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu alasan Presiden Joko Widodo alias Jokowi memilih Ma'ruf Amin sebagai cawapres adalah karena pandangan ekonomi umat dari Ketua Majelis Ulama Indonesia ini. "Pidato itu berisi tentang pandangan ihwal arus baru ekonomi Indonesia yang berlandaskan syariah," kata Rommy, Jumat, 10 Agustus 2018.

    Simak: Wawancara Ma'ruf Amin: MUI Tidak Menolak Pemimpin Nonmuslim, Tapi

    Ma'ruf Amin berpidato soal konsep ekonomi syariah ketika dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi Muaamalat Syariah di Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur pada Mei 2017. Jokowi hadir dalam pengukuhan guru besar ini. "Pak Presiden mendukung ekonomi syariah," kata Ma'ruf setelah dikukuhkan menjadi guru besar.

    Dalam ceramahnya ketika pengukuhan guru besar itu, Ma'ruf Amin mengatakan ekonomi syariah dapat menjadi pilihan alternatif untuk masyarakat muslim kelas menengah mengekspresikan agamanya.

    “Ia dapat menjadi pilihan kelas menengah karena bisa menjawab kebutuhan berekspresi dan berekonomi, dan juga dapat menjawab sisi kebutuhan spiritual,” kata Maruf dalam orasi ilmiahnya di Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim Malang, 24 Mei 2017.

    Ide-ide ekonomi Maruf kembali hangat diperbincangkan menyusul terpilihnya dia sebagai cawapres Jokowi dalam pemilihan presiden 2019. Jokowi menilai pendampingnya itu sosok yang punya pengetahuan luas di bidang ekonomi. Bersama Maruf, Jokowi berjanji akan memperkuat ekonomi umat.

    “Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, kita harus mengatasi masalah kemiskinan kesenjangan dengan memperkuat ekonomi umat," kata Jokowi dalam pidatonya di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Agustus 2018.

    Senada dengan Jokowi, menurut Ma'ruf Amin jumlah kelas menengah muslim kini makin meningkat. Dia mengatakan secara ekonomi kelas ini telah terpenuhi kebutuhan pokoknya. Tapi, mereka terus mencari sarana untuk mengekspresikan kebutuhan spiritualnya. “Ekonomi syariah dapat menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut,” kata Ma'ruf.

    Baca: Jadi Cawapres Jokowi, Ma'ruf Amin Tetap Sarungan?

    Ma'ruf Amin meyakini ekonomi syariah yang bersumber dari ajaran Islam dapat membawa lebih banyak keadilan ekonomi bagi masyarakat. “Ekonomi syariah merupakan sektor yang potensial untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kabinet Kerja Jokowi, 6 Menteri Nyaleg, 1 Mundur

    Asman Abnur dari PAN dan enam menteri Kabinet Kerja Jokowi mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif sejak KPU membuka pendaftaran.