Alasan Kejaksaan Agung Belum Bisa Eksekusi Mati Aman Abdurrahman

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung Noor Rachmad mengadakan konpres di ruang Jampidum, Jakarta, Kamis, 22 Juni 2017. TEMPO/Albert

TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung sampai kini belum menjadwalkan eksekusi mati terhadap terpidana teroris Aman Abdurrahman. Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum Kejagung Noor Rachmad menuturkan alasannya adalah belum ada pernyataan tertulis bahwa Aman tidak akan mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK) dan grasi.

Noor mengatakan Aman masih memiliki hak untuk mengajukan PK dan grasi. "Masih punya hak untuk mengajukan PK dan grasi. Yang bersangkutan kan belum itu. Tunggu dulu," ujarnya di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Agustus 2018.

Baca: Sidang Pembubaran JAD, Terpidana Bom Sarinah Ikut Bersaksi

Sementara itu, sesuai dengan peraturan perundangan, terpidana yang sudah berkekuatan hukum tetap atau inkracht belum dapat dieksekusi selama belum mengajukan PK dan grasi.

Upaya hukum PK dan grasi itu, kata Noor, juga tak memiliki batasan waktu setelah ada putusan terbaru Mahkamah Konstitusi (MK) sehingga Kejaksaan sebagai eksekutor hanya bisa menunggu terpidana mengajukan upaya hukum tersebut. "Nah kalau kapannya, tanya dia," kata Noor.

Baca: Setelah Memastikan Tak Banding, Aman Abdurrahman Meminta Ini

Aman Abdurrahman terbukti secara sah dan meyakinkan menjadi otak dan penggerak beberapa kasus teror, yaitu bom Thamrin, Januari 2016, teror bom di Gereja Samarinda, November 2016, bom Kampung Melayu pada Mei 2017, penusukan polisi di Mapolda Sumatera Utara pada Juni 2017, dan penembakan polisi di Bima, Nusa Tenggara Barat, pada September 2017. Atas perbuatannya itu, ia divonis mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Seusai persidangan, Aman Abdurrahman dan kuasa hukumnya menyatakan tak akan mengajukan upaya hukum lanjutan. Kuasa hukum Aman, Asludin Hatjani, mengatakan sebenarnya Aman tidak menerima dan menolak putusan vonis tersebut. Namun Aman tidak mau mengajukan banding lantaran keyakinannya terhadap khilafah. "Aman menyerahkan semuanya kepada Allah, tidak mau banding meski saya menyarankan untuk mengajukannya," ujarnya.






Mufti Mesir Setujui Eksekusi Mati Hakim yang Bunuh Istrinya

15 hari lalu

Mufti Mesir Setujui Eksekusi Mati Hakim yang Bunuh Istrinya

Mufti Agung Mesir menyetujui eksekusi mati terhadap Hakim Ayman Haggag karena membunuh Shaimaa Gamal, presenter televisi yang juga istri siri Haggag


2 Perempuan di Iran Dieksekusi Mati, Kelompok HAM Sebut Mereka LGBT

23 hari lalu

2 Perempuan di Iran Dieksekusi Mati, Kelompok HAM Sebut Mereka LGBT

Dua perempuan di Iran menjalani eksekusi mati atas tuduhan perdagangan manusia dan penipuan, namun kelompok HAM menyebut karena mereka LGBT


Gaza Eksekusi Mati 5 Terpidana Palestina, Pertama Sejak 2017

24 hari lalu

Gaza Eksekusi Mati 5 Terpidana Palestina, Pertama Sejak 2017

Dua di antaranya terpidana mati di Gaza dinyatakan bersalah atas tuduhan spionase untuk Israel yang pada 2015 dan 2009


Mereka yang Pernah Mendekam di Rutan Mako Brimob, Termasuk Ferdy Sambo dan Ahok

51 hari lalu

Mereka yang Pernah Mendekam di Rutan Mako Brimob, Termasuk Ferdy Sambo dan Ahok

Mantan Irjen Ferdy Sambo diamankan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Selain eks Kadiv Propam Polri itu, Ahok dan Nazaruddin Pernah di sana.


Menlu Rusia Sergei Lavrov Mengunjungi Myanmar Hari Ini

57 hari lalu

Menlu Rusia Sergei Lavrov Mengunjungi Myanmar Hari Ini

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov akan mengunjungi Myanmar melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Wunna Maung Lwin. Apa saja yang dibahas?


Junta Myanmar Segera Eksekusi 41 Aktivis Pro-Demokrasi

58 hari lalu

Junta Myanmar Segera Eksekusi 41 Aktivis Pro-Demokrasi

Puluhan tahanan politik di Myanmar terancam dieksekusi oleh Junta Militer berkuasa, menyusul hukuman mati yang telah dilakukan terhadap empat aktivis


Jokowi Kecewa Junta Myanmar Eksekusi 4 Tapol, Apa Saja yang Bakal Dilakukan RI?

28 Juli 2022

Jokowi Kecewa Junta Myanmar Eksekusi 4 Tapol, Apa Saja yang Bakal Dilakukan RI?

Presiden Jokowi menyampaikan kekecewaan atas eksekusi mati yang dilakukan Junta Militer Myanmar terhadap empat aktivis demokrasi


Retno Marsudi Minta ASEAN Evaluasi Lagi 5PC setelah Myanmar Eksekusi Mati Aktivis

28 Juli 2022

Retno Marsudi Minta ASEAN Evaluasi Lagi 5PC setelah Myanmar Eksekusi Mati Aktivis

Retno Marsudi mengusulkan agar ASEAN mengevaluasi Konsensus Lima Poin (5PC) menyusul kebijakannya mengeksekusi mati empat aktivis pro-demokrasi baru-baru ini


Jepang Eksekusi Mati Pelaku Pembantaian Akibahara

26 Juli 2022

Jepang Eksekusi Mati Pelaku Pembantaian Akibahara

Setelah pembantaian Akibahara, Jepang melarang kepemilikan pisau bermata dua dengan bilah lebih panjang dari 5,5 cm


Eksekusi Aktivis, AS Pertimbangkan Hukuman untuk Junta Myanmar

26 Juli 2022

Eksekusi Aktivis, AS Pertimbangkan Hukuman untuk Junta Myanmar

Amerika Serikat menegaskan semua opsi hukuman sedang dipertimbangkan menyusul kekejaman junta Myanmar karena mengeksekusi mati aktivis demokrasi