PAN Jelaskan Pertemuan dengan Prabowo Subianto Mulai Mendetail

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR, yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, berbincang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat bertemu di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, 25 Juni 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Ketua MPR, yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, berbincang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat bertemu di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, 25 Juni 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO Jakarta – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zukifli Hasan melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Selasa malam, menjelang masa pendaftaran calon presiden.

    Baca juga: PAN Sudah Tutup Pintu, Tak Akan Bergabung ke Koalisi Jokowi

    "Karena pendaftaran sudah dekat maka perlu ada beberapa pertemuan," ujar Sekjen PAN Edy Soeparno  saat ditemui di kediaman Zulkifli Hasan di Jakarta pada Selasa malam 7 Agustus 2018.

    Edy mengatakan dalam pertemuan tersebut pembicaraan mulai membahas hal-hal yang bersifat detail. Hal ini perlu dalam proses PAN untuk memutuskan langkah koalisi.

    Namun kata Edy hingga saat ini Partai PAN belum memutuskan sikap apakah akan merapat ke kubu Jokowi atau Prabowo.

    "Bukan berarti ini sudah final. belum ada yang final, bisa merapat ke A atau ke B," ujarnya.

    Edy mengatakan,  PAN akan mengeluarkan sikap saat rapat kerja nasional yang akan direncanakan dalam dua hari ke depan. Menurut dia proses internal dan eksternal partai masih berlanjut

    Simak juga: Gerindra: PAN dan PKB Akan Keluar dari Koalisi Jokowi

    PAN hingga kini belum memiliki sikap jelas dalam pemilihan presiden 2019. Mereka tak kunjung memutuskan apakah bergabung dengan kubu Jokowi atau merapat pada Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto.

    Sebelumnya Zulkifli Hasan mengatakan rencananya PAN baru akan menentukan sikapnya setelah menggelar rapat kerja nasional 9 Agustus mendatang. Rakernas ini sempat diagendakan pada 6 Agustus namun batal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.