Temui Prabowo, GNPF Tagih Hasil Keputusan Cawapres Ijtima Ulama

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani memberikan keterangan seusai Rapat Koordinasi Nasional Partai Gerindra di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, 11 April 2018. TEMPO/Arkhelaus W.

    Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani memberikan keterangan seusai Rapat Koordinasi Nasional Partai Gerindra di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, 11 April 2018. TEMPO/Arkhelaus W.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Partai Gerindra Ahmad Muzani menyampaikan hasil pertemuan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Muzani mengatakan GNPF menagih hasil keputusan Prabowo soal calon wakil presiden yang direkomendasikan Ijtima Ulama GNPF.

    "Sekarang kedatangan mereka adalah untuk menanyakan hasil pembicaraan dengan partai-partai," kata Ahmad Muzani saat ditemui di depan rumah Prabowo Subianto Jalan Kertanegara, Jakarta pada Senin malam, 6 Agustus 2018.

    Baca: Gerindra Telaten Menunggu Hasil Rakornas PAN Demi Koalisi Prabowo

    Menurut Muzani, Prabowo mengatakan kepada GNPF bahwa pembicaraan dengan partai koalisi sudah mulai dilakukan namun masih butuh waktu satu dua hari ini lagi untuk memutuskan cawapres Prabowo.

    GNPF sebelumnya melalui Ijtima Ulama menghasilkan rekomendasi dua bakal cawapres untuk Prabowo Subianto. Dua bakal cawapres itu adalah Ketua Umum Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Salim Segaf dan Ustad Abdul Somad.

    Dalam pertemuan di rumah Prabowo malam ini, kata Muzani, juga hadir Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais. Muzani mengatakan Prabowo menghormati apa yang sudah dihasilkan oleh Ijtima Ulama yang menghasilkan dua alternatif nama tersebut. "Namun, Pak Prabowo masih juga harus berkonsultasi dengan sejumlah partai karena sekali lagi Partai Gerindra harus berkoalisi dengan beberapa partai yang ada," ujarnya.

    Baca: Soal Cawapres Prabowo, Gerindra: Namanya Orang Indonesia

    Lamanya Prabowo memutuskan, kata Muzani, karena ada kepentingan-kepentingan yang harus diakomodir, didengar, dan semua pikiran yang berkembang juga harus dicatat. Menurut Muzani, hal itu memerlukan seni untuk mengambil keputusan.

    Beberapa menit sebelumnya, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Muhammad Al Khaththath tidak berkomentar banyak. Ia keluar dari rumah Prabowo mengenakan baju gamis biru dengan peci berwarna putih "Ini hanya silaturahmi biasa," kata dia.

    Selain Khaththath, hadir dalam pertemuan tersebut Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak, Dewan Pembina Gerindra Fuad Bawazier, Ketua Garda 212 Ansufri Idrus Sambo, Ketua DPP PAN Yandri Susanto, Ketua Umum FPI Sobri Lubis dan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno.

    Baca: Demokrat: Koalisi Sepakat Keputusan Cawapres Terserah Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lembaga Survei: 5 Hal Penting dalam Quick Count Pilpres 2019

    Perkumpulan Survei Opini Publik angkat bicara soal quick count di Pemilu dan Pilpres 2019 yang diragukan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.