Jumat, 19 Oktober 2018

Relawan Bela Jokowi soal Pernyataan Berani Diajak Berantem

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi (berbaju putih) dan Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi (baju batik) dalam acara Ngobrol Politik Indonesia bertajuk

    Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi (berbaju putih) dan Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi (baju batik) dalam acara Ngobrol Politik Indonesia bertajuk "Siapa Wapres Jokowi 2019?" di Waroeng Solo, Kemang, Jakarta Selatan, 20 Oktober 2017. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pro Jokowi, Budi Arie Setiadi, melihat banyak pihak menyalahartikan pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang sempat membuat heboh publik. Pernyataan Jokowi kala itu ia lontarkan saat menghadiri acara Rapat Umum Relawan Jokowi di Sentul pada 4 Agustus 2018.

    Baca: Gerindra Anggap Pernyataan Jokowi Mendorong Kekerasan

    Pernyataan tersebut, kata Budi, hanya penggalan dari bagian kalimat pidato Jokowi. "Pernyataan Jokowi sudah pas dan tepat dalam acara itu. Tidak ada yang berlebihan. Jokowi berpesan supaya para relawan tidak perlu mencari musuh dalam masa kampanye, tetapi juga tidak boleh gentar apalagi takut. Tidak ada yang salah dengan pernyataan itu," kata dia melalui keterangan tertulis, Ahad, 5 Agustus 2018.

    Budi mengatakan pernyataan Jokowi tersebut bagus untuk memompa daya juang di tengah maraknya hoaks dan fitnah dengan data palsu. Pidato tersebut disambut meriah oleh para relawan. Bahkan, kata Budi, relawan semangat dan menyatakan siap bertarung di Pilpres 2019 nanti.

    "Bahkan Presiden Jokowi  kaget karena seluruh relawan menyataan siap bertarung. Ini membuktikan Relawan Jokowi sangat militan dan tak pernah gentar, karena memang sebagian besar relawan Jokowi adalah aktivis dan para petarung yang militan " kata Budi.

    Baca: Jokowi ke Relawan: Di Sana Militan, Di Sini Harus Lebih Militan

    Jokowi sebelumnya memberikan sejumlah arahan kepada relawannya di Sentul International Convention Centre, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 4 Agustus 2018. Dia meminta relawannya untuk tidak memulai permusuhan, mencela, fitnah, dan menjelekkan orang lain. "Tapi kalau diajak berantem juga berani," kata Jokowi.

    Dalam pertemuan relawan itu, Jokowi juga meminta para relawannya untuk bekerja lebih keras dibandingkan dengan kubu sebelah dalam pemilihan presiden 2019. "Saya minta kepada relawan kerja keras. Kalau di sana militan, di sini harus lebih militan. Kalau di sana kerja keras, di sini harus lebih kerja keras lagi. Kalau di sana bersatu, di sini kita harus lebih bersatu lagi," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bravo 5 dan Cakra 19, Dua Tim Luhut untuk Jokowi di Pilpres 2019

    Menyandang nama Tim Bravo 5 dan Cakra 19, dua gugus purnawirawan Jenderal TNI menjadi tim bayangan pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.