Minggu, 18 November 2018

BNPB Catat Gunung Anak Krakatau Meletus 227 Kali Sejak Jumat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kalianda, Lampung Selatan, Kamis, 19 Juli 2018. Untuk gempa vulkanik dangkal tercatat 38 kali dengan amplitudo 3-30 mm dan durasi 5-15 detik. Lalu gempa vulkanik dua kali dengan amplitudo 29-30 mm, S-P 1-1,5 detik, dan durasi 10-20 detik. ANTARA FOTO/Elshinta

    Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kalianda, Lampung Selatan, Kamis, 19 Juli 2018. Untuk gempa vulkanik dangkal tercatat 38 kali dengan amplitudo 3-30 mm dan durasi 5-15 detik. Lalu gempa vulkanik dua kali dengan amplitudo 29-30 mm, S-P 1-1,5 detik, dan durasi 10-20 detik. ANTARA FOTO/Elshinta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mencatat sudah terjadi 227 kali letusan Gunung Anak Krakatau. Letusan itu sudah terjadi sejak 3 Agustus kemarin.

    Baca: Tremor Gunung Anak Krakatau Meningkat, Turis Diimbau Tak Mendekat

    "Letusan itu telah berlangsung dari kawah Gunung Anak Krakatau. Letusan melontarkan abu, pasir, dan lava pijar dengan tinggi kolom 100-200 meter," kata Sutopo melalui pesan singkat, Ahad, 5 Agustus 2018.

    Dentuman letusan, kata Sutopo, terdengar sampai Serang dan Lampung. Meski begitu situasi terpantau relatif aman karena zona bahaya hanya dalam radius 2 kilometer. Sedangkan untuk status, Gunung Anak Krakatau masih berada di level 2 atau waspada.

    Baca: Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat Sepekan Ini

    "Di luar itu aman. Masyarakat dapat menikmati lontaran batu pijar dan sensasi letusan di luar radius 2 km. Jangan takut," kata Sutopo.

    PVMBG, kata Sutopo, akan terus memantau aktivitas vulkanik. Meski ratusan kali meletus per hari status tetap tidak dinaikkan karena tidak membahayakan. "Yang penting masyarakat tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1 km dari puncak kawah Gunung Anak Krakatau. BNPB, BPBD, dan aparat pemerintah pasti akan mengambil langkah-langkah penanganan jika kondisinya membahayakan masyarakat," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.