Kunjungi Neno Warisman, Prabowo Bersimpati soal Kasus di Batam

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Neno Warisman. TEMPO/Yosep Arkian

    Neno Warisman. TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Depok - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendatangi rumah salah satu pencetus gerakan Ganti Presiden 2019, Neno Warisman di kawasan Depok, Jawa Barat. Selain Prabowo, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyusul datang.

    Prabowo datang dengan mengenakan baju safari warna krem. Namun ia tak mengucapkan sepatah kata pun dan hanya melambai ke arah awak media.

    Baca: Prabowo Sambangi Kediaman Neno Warisman Sore Ini

    Fadli mengatakan bahwa kedatangan Prabowo dan dirinya dalam rangka silaturahmi dan bersimpati atas kejadian yang menimpa Neno Warisan saat berkunjung ke Batam. "Yang terjadi terhadap Neno di Batam itu persekusi. Neno adalah bagian dari menjalankan hak konstitusional deklarasi gerakan ganti presiden," kata Fadli Zon di kediaman Neno, di Griya Tugu Asri, Depok pada Selasa, 31 Juli 2018.

    Saat berkunjung ke Batam, Kepulauan Riau, Neno mendapatkan penolakan dari sejumlah kelompok masyarakat. Massa melakukan aksi di Bandara Hang Nadim Batam untuk menghadang Neno pada Sabtu, 28 Juli 2018. Adapun kedatangan Neno adalah untuk menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden yang akan digelar di Masjid Agung, Batam Centre pada Ahad pagi, 29 Juli.

    Baca: Neno Warisman, Penyumbang Terbesar Deklarasi #2019GantiPresiden

    Menurut Fadli, sikap Neno untuk menyampaikan pendapat itu dijamin dalam Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945. Ia juga menyebut bahwa dirinya bertugas untuk melindungi Neno sebagai warga negara. “Jelas-jelas persekusi yang dilakukan secara telanjang. Biasa aja beda sikap politik," ujarnya.

    Fadli mengatakan gerakan yang dicetuskan oleh Neno Warisman itu lahir secara indepeden. Walaupun tidak ikut merancang, tapi Partai Gerindra setuju dengan gerakan itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.