Rabu, 12 Desember 2018

Sindir PDIP Partai Feodal, Demokrat Bandingkan AHY dengan Puan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY dan beberapa elit Partai Demokrat menyambut kedatangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediaman SBY, Jakarta, Selasa, 24 Juli 2018. Tak seperti dalam pertemuan-pertemuan resmi sebelumnya yang bersafari warna krem, kali ini Prabowo tampil kompak bersama SBY dengan mengenakan batik lengan panjang bernuansa coklat. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY dan beberapa elit Partai Demokrat menyambut kedatangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediaman SBY, Jakarta, Selasa, 24 Juli 2018. Tak seperti dalam pertemuan-pertemuan resmi sebelumnya yang bersafari warna krem, kali ini Prabowo tampil kompak bersama SBY dengan mengenakan batik lengan panjang bernuansa coklat. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Rachland Nashidik menyindir PDIP sebagai partai feodal. Menurut Rachland, PDIP terjebak di nostalgia kepemimpinan Soekarno. "Jadi jangan berani-berani menasehati partai Demokrat. Ini Partai yang konsisten, selalu bangun lagi saat jatuh, berjuang menjadi partai modern dan demokratik," kata Rachland, Kamis, 26 Juli 2018.

    Simak: Demokrat: Jokowi dan Megawati Bermain Curang

    Rachland kemudian membandingkan antara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Puan Maharani. Menurut dia, nama AHY moncer karena usah sendiri. Hal tersebut, kata Rachland, dibuktikan dengan pelbagai lembaga survei yang mengunggulkan AHY sebagai calon wakil presiden (cawapres).

    "Bandingkan ini dengan Puan. Apakah Puan layak jadi Menko menurut rakyat, atau cuma menurut Ibunya," kata Rachland menyindir posisi Puan sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia.

    Rachland melanjutkan, "Menurut saya Puan tidak layak. Tapi apakah ada di dalam PDIP yang berani bersuara demikian kepada Megawati. Kami di Demokrat bisa berbeda pendapat dengan SBY."

    Baca juga: PDIP: SBY Selalu Ragu-ragu, Jangan Salahkan Megawati

    Pernyataan Rachland ini muncul setelah Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengkritik pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hasto jengkel karena SBY menyebut Demokrat tidak bisa mendukung Jokowi karena dihalang-halangi partai koalisi lain. "Padahal karena SBY ragu-ragu," kata Hasto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Avengers End Game, Para Jagoan yang Selamat Menuju Laga Akhir

    Sejumlah jagoan yang selamat dari pemusnahan Thanos di Infinity War akan berlaga di pertarungan akhir di Avengers Infinity War.