Keluar dari Demokrat, Karier Politik TGB Didoakan Jadi Lebih Baik

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil ketua ICMI-Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi, alias TGB, dalam Dialektika ICMI di kantor ICMI Pusat -  Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018. Acara ini mengangkat tema

    Wakil ketua ICMI-Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi, alias TGB, dalam Dialektika ICMI di kantor ICMI Pusat - Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018. Acara ini mengangkat tema "Ekonomi Pasar Pancasila dan pemberdayaan ekonomi Umat. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Partai Demokrat Rachland Nashidik mengatakan partainya menyampaikan terima kasih dan menghargai kontribusi TGB Zainul Majdi. Hal ini diungkapkan Rachland merespons mundurnya TGB dari Partai Demokrat.

    Baca: TGB Zainul Majdi Mundur dari Demokrat Karena Alasan Pribadi

    "Partai menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas peran beliau selama ini di partai, khususnya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat di Nusa Tenggara Barat," kata Rachland dalam keterangan tertulisnya kepada Tempo, Senin, 23 Juli 2018.

    TGB Zainul Majdi resmi menyatakan mundur dari Partai Demokrat. Dia berasalan keputusan ini diambil karena alasan pribadi. TGB Zainul Majdi sebelumnya pernah menyatakan dukungan terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada pemilihan presiden 2019.

    Dukungan TGB terhadap Jokowi pertama kali tersebar melalui aplikasi perpesanan dan media sosial. Dalam foto itu, tampak TGB dan Jokowi disertai tulisan "Kemaslahatan bangsa, umat, dan akal sehat jadi pertimbangan. Beliau layak dan pantas diberi kesempatan dua periode. TGB, Jakarta, 4 Juli 2018."

    Baca: Dukung Jokowi, TGB Zainul Majdi Siap Terima Semua Risiko

    Rachland mengatakan Demokrat mendoakan status TGB yang kini telah resmi menjadi ulama non-partai. Demokrat, kata Rachland, meyakini figur sebaik TGB pantas mendapat kesempatan berkarier pada tingkat nasional.

    "Kami mendoakan status beliau sekarang, yakni sebagai ulama non-partai, akan memberi beliau jalan ke arah karier politik yang lebih baik sebagai salah satu cawapres Pak Jokowi," kata Rachland.

    DIAS PRASONGKO | FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.