Bertemu di Acara Nasdem, Jokowi - TGB Bahas Banyak Persoalan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Ketua Umum NasDem Surya Paloh saat akan memberikan kuliah umum angkatan ke-2 dalam pendidikan Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem di Jakarta, Senin, 16 Juli 2018. Pendidikan di Akademi Bela Negara diadakan lima hari dalam seminggu dengan waktu efektif delapan jam per hari. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Ketua Umum NasDem Surya Paloh saat akan memberikan kuliah umum angkatan ke-2 dalam pendidikan Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem di Jakarta, Senin, 16 Juli 2018. Pendidikan di Akademi Bela Negara diadakan lima hari dalam seminggu dengan waktu efektif delapan jam per hari. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Akademi Bela Negara Partai Nasional Demokrat pagi ini, Senin, 16 Juli 2018.

    TGB tiba di lokasi sekitar pukul 09.00. Dia datang tak lama setelah Jokowi tiba untuk memberikan kuliah umum kepada kader Akademi Bela Negara tersebut.

    Baca: Calon Cawapres Jokowi: Mahfud MD, TGB, Airlangga, hingga Cak Imin

    Keduanya nampak bertemu seusai kuliah umum. TGB dan Jokowi berbincang sambil ditemani Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

    Menurut Jokowi, keduanya membahas banyak hal. Namun dia enggan memberi bocoran. "Tanya kepada Tuan Guru Bajang langsung," ujarnya.

    TGB Zainul Majdi merupakan salah satu bakal calon wakil presiden (cawapres) Jokowi. Namanya, diakui Jokowi, sudah masuk daftar pendampingnya.

    Baca: Jokowi Beberkan Tiga Nama Masuk Bursa Cawapresnya

    Nama TGB santer disebut sebagai cawapres Jokowi setelah lulusan Universitas Al Azhar itu menyatakan dukungannya untuk Jokowi. Padahal dirinya merupakan tokoh Partai Demokrat. Partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono itu hingga kini belum memutuskan mendukung Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.