Jumat, 14 Desember 2018

PKB Berkemungkinan Evaluasi Dukungan ke Jokowi, Golkar Konsisten

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama beberapa kader saat menyampaikan keterangan pers setelah memantau hasil hitung cepat (<i>quick count</i>) pilkada serentak di 171 daerah di gedung DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Rabu, 27 Juni 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Gaya Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama beberapa kader saat menyampaikan keterangan pers setelah memantau hasil hitung cepat (quick count) pilkada serentak di 171 daerah di gedung DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Rabu, 27 Juni 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan partainya akan konsisten berada di koalisi pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Ace mengatakan keputusan itu sudah ditetapkan dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) 2016 dan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) 2017.

    "Partai Golkar insya Allah akan tetap istiqomah dan konsisten berada dalam barisan koalisi partai pendukung Pemerintahan Jokowi," kata Ace kepada Tempo, Kamis, 12 Juli 2018.

    Baca: Soal Cawapres, Muhaimin: PKB dan Golkar Bisa Tinggalkan Jokowi

    Ace sekaligus menyanggah pernyataan yang disampaikan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar. Sebelumnya, Muhaimin mengatakan, ada kemungkinan PKB dan Golkar mengevaluasi dukungan kepada Jokowi di pemilihan presiden 2019.

    Muhaimin menuturkan, dalam pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pekan lalu, kedua partai sepakat membangun koalisi yang lebih produktif di pemerintahan Jokowi. "Kedua, sama-sama berkeinginan mendukung. Saya dukung Airlangga, dia dukung saya," kata dia.

    Nama Muhaimin dan Airlangga sebelumnya disebut-sebut sebagai kandidat calon wakil presiden Jokowi untuk pilpres 2019. Muhaimin mengajukan dirinya sebagai kandidat cawapres, adapun Airlangga disorongkan oleh kader Golkar. Kontestasi keduanya pun kerap diperkirakan menjadi faktor yang bisa membuat koalisi Jokowi pecah.

    Baca: Demokrat Pertimbangkan Ajakan Golkar untuk Gabung Koalisi Jokowi

    Saat ditanya apa rencana selanjutnya jika tak ada yang dipinang Jokowi antara dirinya dan Airlangga, Muhaimin pun menjawab akan bertemu dan mengevaluasi hal itu. "Nanti kumpul lagi, bagaimana evaluasinya," kata Muhaimin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018. Muhaimin pun tak menampik saat ditanya kemungkinan membentuk poros baru di luar koalisi pendukung Jokowi. Menurut dia, semuanya mungkin saja dalam politik.

    Menurut Ace, persoalan cawapres tak dibahas dalam pertemuan Golkar dan PKB pekan lalu. Dia berujar pertemuan itu hanya menyepakati dukungan kepada Jokowi. "Lebih dari itu kami tidak membahasnya," ujar Ace.

    Ace menambahkan, dia memaklumi setiap partai memiliki aspirasi masing-masing. Ace berpendapat Jokowi akan melibatkan semua partai pendukungnya untuk membicarakan setiap aspirasi yang ada.

    Baca: Ditawari ke Golkar, TGB: Itu Spontan dari Abang ke Adik

    "Saya kira Pak Jokowi akan mengajak partai untuk membahas dan membicarakannya dengan penuh kekeluargaan dan kebersamaan tanpa harus ada yang merasa ditinggalkan," kata Ace.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.