Senin, 23 Juli 2018

KPK Lelang Barang Rampasan Koruptor, Ada Kiswah dan Batu Akik

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan barang rampasan yang akan dilelang, di gedung KPK, Jakarta, 21 November 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Petugas menunjukkan barang rampasan yang akan dilelang, di gedung KPK, Jakarta, 21 November 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta III akan mengadakan lelang 23 barang rampasan dari terpidana korupsi di gedung KPK, Jakarta pada Rabu, 25 Juli 2018.

    "Ada 23 barang yang dilelang berupa rumah, tanah, mobil, handphone, kain kiswah hingga batu akik dengan nilai limit atau nilai terendah berkisar antara Rp 14 miliar hingga Rp 58 ribu," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta pada Kamis, 12 Juli 2018.

    Baca: KPK Lelang Kain Kiswah Ka'bah Milik Suryadharma Ali

    Febri mengatakan bahwa lelang barang rampasan itu merupakan salah satu proses untuk mengembalikan uang yang dinikmati oleh para pelaku korupsi kembali kepada masyarakat melalui mekanisme keuangan negara. "Jadi, kami mengajak semua pihak untuk mengikuti lelang tersebut. 23 barang lelang dapat dilihat di website KPK dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu," ujarnya.

    Baca: Anies Baswedan Menolak, KPK Imbau Hadiah dari Ghana Dilaporkan

    Adapun satu lembar kain kiswah atau penutup ka'bah berukuran 80 sentimeter x 59 sentimeter yang akan dilelang itu merupakan barang sitaan dalam kasus korupsi mantan Menteri Agama Suryadharma Ali. Kain kiswah tersebut akan dilelang dengan nilai limit atau nilai terendah sebesar Rp 22,5 juta.

    Febri mengatakan proses Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Suryadharma Ali saat ini juga tidak bisa menghentikan proses lelang yang akan dilakukan tersebut. "Di Undang-Undang MA sangat jelas diatur pelaksanaan PK tidak menghentikan eksekusi atau pelaksanaan sebuah putusan. Jadi kami hanya melaksanakan putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap," ujarnya.

    Baca: 60 Anggota Dewan Jadi Tersangka, KPK: Hati-hati Gunakan Hak Pilih


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Zainul Majdi Memihak Prabowo di Pilpres 2014, Kini Memilih Jokowi

    Tuan Guru Bajang Zainul Majdi memberi dukungan pada Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019. Padahal ia dan dua tokoh ini sebelumnya mendukung Prabowo.