Jusuf Kalla Akan Angkat 100.000 Guru Tiap Tahun, Ini Kalkulasinya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pidato dalam acara halalbihalal di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, 4 Juli 2018. TEMPO/Friski Riana

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pidato dalam acara halalbihalal di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, 4 Juli 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah akan mengangkat 100 ribu guru tahun ini. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan pengangkatan ini untuk memenuhi kebutuhan pengajar akibat guru yang pensiun.

    Jusuf Kalla mengatakan pengangkatan 100 ribu guru ini akan dilakukan setiap tahun. Menurut dia setiap tahun ada sekitar 3 persen guru yang pensiun.

    Baca : Penjelasan Yayasan Soal Guru Dipecat karena Pilih Ridwan Kamil

    "Jika sekarang ada dua juta guru, sebanyak 300 ribu itu pensiun kalau tiap guru PNS mengabdi selama 30 tahun," katanya di Gedung Guru Indonesia, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018.

    JK berharap pengangkatan guru ini bisa menciptakak sekolah yang lebih baik lagi. Namun dia menekankan agar penambahan jumlah guru juga diimbangi dengan perbaikan kualitas pengajar.

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi mengatakan pengangkatan 100 ribu guru ini tak hanya untuk menggantikan guru yang pensiun. "Sebanyak 60 ribu untuk menggantikan yang pensiun tahun ini. Sisanya yang 40 ribu untuk nyaur yang kemarin tidak tertambal," katanya. Maksud Muhadjir, kuota 40 ribu ditujukan bagi guru honorer yang belum juga diangkat sebagai guru tetap.

    Muhadjir berharap jumlah guru yang akan diangkat pemerintah bisa bertambah, tak hanya 100 ribu. Dia telah meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mempertimbangkan tambahan anggaran pengangkatan guru.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.