Minggu, 23 September 2018

Jusuf Kalla Sedih Banyak Kepala Daerah Ditangkap KPK

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua tengah) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla bersiap memimpin rapat terbatas terkait persiapan Idul Fitri 1439 H di kantor Presiden, Jakarta, 30 Mei 2018. Ratas tersebut membahas kesiapan infrastruktur jalur mudik, kesiapan moda transporasi, ketersediaan BBM, kestabilan harga bahan pokok serta keamanan jelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H.  ANTARA/Wahyu Putro A

    Presiden Joko Widodo (kedua tengah) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla bersiap memimpin rapat terbatas terkait persiapan Idul Fitri 1439 H di kantor Presiden, Jakarta, 30 Mei 2018. Ratas tersebut membahas kesiapan infrastruktur jalur mudik, kesiapan moda transporasi, ketersediaan BBM, kestabilan harga bahan pokok serta keamanan jelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla merasa sedih lantaran banyak pejabat daerah yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebabnya, saat ini banyak daerah yang tengah berfokus membangun wilayahnya untuk mengurangi kesenjangan.

    "Kami merasakan juga perasaan yang menyedihkan bahwa akhir-akhir ini yang paling banyak ditangkap oleh KPK itu pejabat daerah," ujarnya di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018.

    Baca: KPK Cekal Empat Orang Terkait Suap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf

    Jusuf Kalla meminta para pejabat daerah untuk menerapkan nilai kejujuran saat bekerja agar program pemberantasan kesenjangan bisa tercapai. Tanpa nilai tersebut, kesenjangan sulit dihapuskan.

    Dia mengatakan, pejabat daerah merupakan satu-satunya wakil rakyat yang paling mengenal potensi dan masalah daerah. Dia mendorong pemerintah daerah menyiapkan strategi khusus menyelesaikan masalah kesenjangan seperti pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.

    Baca: Kasus Zumi Zola, KPK Periksa Pimpinan dan Anggota DPRD Jambi

    Jusuf Kalla menyadari pemerintah daerah tak bisa jalan sendiri. "Tokoh-tokoh daerah, apakah itu pimpinan daerah, mahasiswa, cendekiawan, ilmuwan, LSM, harus bersatu untuk memberikan inspirasi," katanya. Tak cukup sampai situ, mereka juga diminta berkontribusi pada pelaksanaannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.