Dugaan Suap Dana Otsus Aceh, KPK Geledah Kantor PUPR dan Dispora

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, resmi memakai rompi tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu, 4 Juli 2018. Dia sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan KPK. Setelah melakukan gelar perkara, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka, yaitu Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah Ahmadi, serta dua pihak swasta bernama Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri. TEMPO/Imam Sukamto

    Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, resmi memakai rompi tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu, 4 Juli 2018. Dia sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan KPK. Setelah melakukan gelar perkara, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka, yaitu Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah Ahmadi, serta dua pihak swasta bernama Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinisi Aceh, terkait dugaan kasus suap Dana Otonomi Khusus (DOK) Aceh.

    "Penggeledahan dilakukan di kantor Dinas PUPR dan Dispora Provinsi Aceh," ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah saat dihubungi, Selasa 10 Juli 2018.

    Baca: Tjahjo Minta Pemerintah Aceh Beri Bantuan Hukum ke Irwandi Yusuf

    Menurut Febri, penggeledahan tersebut untuk menelusuri bukti-bukti terkait dugaan kasus suap yang menjerat gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf.

    Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat tersangka. Mereka adalah Irwandi Yusuf sebagai penerima, Syaiful Bahri serta Hendri Yuzal pihak swasta, serta sebagai pemberi, Bupati Bener Meriah Ahmadi. Kasus bermula dari operasi tangkap tangan KPK pada 3 Juli lalu, dalam operasi tersebut KPK menyita total uang Rp 500 juta.

    Baca: KPK Cekal Empat Orang Terkait Suap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf

    Febri melanjutkan, dalam penggeledahan, penyidik KPK menyita sejumlah dokumen dan catatan yang berkaitan tentang proyek di Provinsi Aceh. Barang bukti tersebut, menurut dia, semakin memperkuat konstruksi pembuktian kasus.

    Febri menambahkan, penggeledahan juga dilakukan di Kabupaten Bener Meriah, yaitu di Kantor Bupati dan kantor Dinas PUPR. "Untuk Kabupaten Bener Meriah, penggeledahan dilakukan di kantor bupati dan Dinas PUPR," ujarnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.