Selasa, 25 September 2018

Ketua MPR: Umat Islam Indonesia Tak Mengenal Radikal

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di aula Al Hikmah, Kompleks Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018.

    Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di aula Al Hikmah, Kompleks Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018.

    INFO NASIONAL - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan atau Zulhasan menegaskan Indonesia merdeka dibangun untuk bersatu dan saling menghormati serta bersama-sama menuju cita-cita bangsa yang adil, makmur, juga sejahtera. Negara juga dibangun dengan landasan saling menghormati satu sama lain. 

    Namun,sangat disayangkan jika masih ada pihak yang tega mengatakan umat Islam Indonesia itu radikal, sumbu pendek, dan gampang marah. Padahal, itu fitnah belaka.  Fitnah yang dilontarkan pihak yang ingin memecah belah bangsa.

    Hal tersebut diungkapkan Zulkifli di hadapan para pimpinan dan ratusan anggota Dewan Pimpinan Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR di aula Al Hikmah, Kompleks Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018. "Umat Islam Indonesia tidak mengenal radikal. Sebab, Islam adalah rahmat buat semesta alam, penuh kedamaian. Lihat saja saat fenomena 212, sebanyak tujuh juta lebih umat Islam kumpul dengan agenda kasus penistaan agama, tapi tidak ada kemarahan, tidak ada kerusuhan, bahkan sampah saja tidak berserakan, tidak ada bakar-bakaran, semua berjalan damai. Bayangkan tujuh juta lebih umat Islam berkumpul, bahkan rumput pun terjaga tidak terinjak-injak," katanya.

    Intinya, kata Zulkifli, saling menghormati adalah esensi keberagaman Indonesia. Menurut dia,  saling menghina serta memfitnah satu sama lain sama saja melawan Pancasila.

    "Pancasila secara luar biasa sudah mengamanahkan itu semua dalam sila-silanya. Dari sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan memegang teguh ajaran agama dan mengamalkannya dengan baik, sampai sikap berlaku adil untuk semua. Jika bangsa ini betul- betul memegang itu dengan erat, selamatlah bangsa ini," ucapnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Haringga Sirla, Korban Ketujuh Ricuh Suporter Persib dan Pesija

    Haringga Sirla menjadi korban ketujuh dari perseteruan suporter Persib versus Persija sepanjang 2012 sampai 2018.