Mendagri Tjahjo Kumolo Sebut Anies Baswedan Gubernur Indonesia

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Ki-ka) Direktur Utama Bank DKI Kresno Sediarsi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN RB Diah Natalisa, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis dan Direktur Keuangan PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja Myland saat peresmian Samsat Digital di Polda Metro Jaya, Jakarta, 26 Maret 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    (Ki-ka) Direktur Utama Bank DKI Kresno Sediarsi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN RB Diah Natalisa, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis dan Direktur Keuangan PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja Myland saat peresmian Samsat Digital di Polda Metro Jaya, Jakarta, 26 Maret 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai gubernur Indonesia. Hal itu dia sampaikan pada acara Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Jakarta, Senin, 2 Juli 2018.

    "Yang paling berat itu Pak Anies. Pak Anies itu Gubernur DKI Jakarta, tapi ya (juga) gubernur Indonesia," ujar Tjahjo dalam sambutannya, Senin, 2 Juli 2018.

    Baca juga: Alasan Gerindra Usulkan Anies Baswedan Jadi Cawapres Prabowo

    Tjahjo menyebut Anies gubernur Indonesia karena menurut dia penduduk Jakarta berasal dari seluruh daerah. Dia mengatakan di Ibu Kota Jakarta semua penduduk Indonesia punya hak mencari pekerjaan. "Punya hak untuk cari pekerjaan, untuk tinggal, asal memenuhi aturan persyaratan," katanya.

    Selain itu, tambah Tjahjo, Anies Baswedan sebagai gubernur juga tak melarang penduduk daerah lain untuk tinggal di Jakarta. Sebab, kata Tjahjo, sempat ada gubernur DKI dulu melarang warga agar tidak membawa sanak keluarga atau teman datang ke Jakarta yang biasanya saat mudik Lebaran.

    Baca juga: Elektabilitas Anies Baswedan jika Maju Pilpres 2019 Versi SMRC

    Menurut dia, hal tersebut yang membuat Anies Baswedan patut diapresiasi. "Kami mengapresiasi Pak Anies bahwa DKI itu milik seluruh warga Indonesia. Semua orang boleh datang, kalau dia mau tinggal harus urus KTP-nya," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.