Pemkab Simalungun: Jumlah Penumpang KM Sinar Bangun 188 Orang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun bersama warga mengikuti doa lintas agama di dermaga Tigaras, Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Ahad, 1 Juli 2018. Doa ini juga meminta agar operasi SAR yang dilakukan oleh tim gabungan dapat berlangsung dengan lancar. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun bersama warga mengikuti doa lintas agama di dermaga Tigaras, Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Ahad, 1 Juli 2018. Doa ini juga meminta agar operasi SAR yang dilakukan oleh tim gabungan dapat berlangsung dengan lancar. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Simalungun - Pemerintah Kabupaten Simalungun merilis jumlah dan nama penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

    Data itu disampaikan dalam acara pertemuan Pemerintah Kabupaten Simalungun, Badan SAR Nasional (Basarnas), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan PT Jasa Rahaja dengan keluarga korban di Balei Harungguan Djabanten Damanik, Pamatang Raya pada Ahad, 1 Juli 2018.

    Baca: Keluarga Korban KM Sinar Bangun Harap Kapal Bisa Segera Diangkat

    "Semuanya 188 orang yang naik KM Sinar Bangun," kata Bupati Simalungun JR Saragih mewakili pemangku kepentingan peristiwa tersebut.

    Saragih mengatakan data itu diperoleh dari hasil konfirmasi langsung dengan keluarga korban yang anggota keluarganya belum ditemukan dan jumlah korban selamat.

    Baca: Korban KM Sinar Bangun Lama Muncul karena Kedalaman Danau Toba

    KM Sinar Bangun tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun pada 18 Juni lalu. Kapal penumpang kayu itu tenggelam sekitar pukul 17.10 WIB. Dari hasil pendataan, ada 21 orang yang selamat termasuk juru mudi dan awak kapal, tiga penumpang meninggal dan 164 lainnya belum ditemukan.

    Pemerintah telah menyerahkan jenazah korban meninggal kepada keluarga korban setelah dilakukan proses penanganan sesuai agama yang dianut. Sedangkan korban selamat dirawat di puskesmas dan rumah sakit sebelum kembali ke keluarganya.

    Selain itu, pemerintah telah memberi santunan sebesar Rp 50 juta bagi korban meninggal telah diserahkan, termasuk tanggungan biaya perobatan korban selamat. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial juga akan memberikan santunan bagi korban selamat.

    Baca: KM Sinar Bangun Karam Karena Karakter Danau Toba


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.