Minggu, 22 September 2019

Sebut Survei Pilkada Keliru, Gerindra Makin Yakin Usung Prabowo

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani memberikan keterangan seusai Rapat Koordinasi Nasional Partai Gerindra di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, 11 April 2018. TEMPO/Arkhelaus W.

    Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani memberikan keterangan seusai Rapat Koordinasi Nasional Partai Gerindra di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, 11 April 2018. TEMPO/Arkhelaus W.

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Gerindra menyatakan makin yakin mengusung Prabowo Subianto menjadi calon presiden 2019 setelah melihat hasil quick count pilkada 2018.

    "Ya makin optimis, dari hasil pilkada itu kami makin optimis," kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani di rumah dinas Wakil Ketua MPR, Kemang, Jakarta, Ahad 1 Juli 2018.

    Baca: Prabowo Segera Bertemu Petinggi PKS dan PAN Bahas Cawapres

    Muzani mengatakan banyak hasil survei yang keliru memperkirakan elektabilitas calon kepala daerah yang disung oleh Gerindra. Ia mencontohkan yang terjadi dalam pilkada Jawa Tengah dan Jawa Barat.

    Menurut Muzani, semua lembaga survei menilai tingkat elektabilitas Sudirman Said-Ida Fauziyah yang diusung Gerindra di Jawa Tengah akan kalah telak dari pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin. Namun menurut dia, hasil quick count justru di luar dugaan. "Yang terjadi, Dirman Said justru mendapat 40 persen lebih," kata dia.

    Baca: Gerindra Tutup Peluang Usung Amien Rais Jadi Capres

    Begitu pun di Jawa Barat. Muzani mengatakan semua lembaga survei selalu menempatkan elektabilitas pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu berada di peringkat ketiga dengan elektabilitas sekitar 10 persen. "Tapi hasilnya yang terjadi salah," kata dia.

    Muzani menduga kekeliruan survei itu bisa juga terjadi dalam survei calon presiden yang sering menyebut elektabilitas Prabowo kalah dari Joko Widodo. Karena itu, dia mengatakan Gerindra mengatakan makin optimis mengusung Prabowo. "Ini yang saya anggap bahwa sepertinya ini akan terjadi dalam pilpres 2019," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe