Kamis, 22 November 2018

Khofifah Menyatakan Dukung Jokowi di Pilpres 2019, PDIP: So What?

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang didampingi wakilnya, Emil Elestianto Dardak, menangis saat memberikan keterangan pers di kediamannya di Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 27 Juni 2018. Khofifah memberikan pernyataan sikap atas hasil perhitungan cepat lembaga survei yang mengunggulkan pasangannya atas pasangan nomor urut dua, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, dalam pilgub Jawa Timur 2018. ANTARA

    Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang didampingi wakilnya, Emil Elestianto Dardak, menangis saat memberikan keterangan pers di kediamannya di Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 27 Juni 2018. Khofifah memberikan pernyataan sikap atas hasil perhitungan cepat lembaga survei yang mengunggulkan pasangannya atas pasangan nomor urut dua, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, dalam pilgub Jawa Timur 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Andreas Pareira menanggapi pernyataan pemenang pemilihan Gubernur Jawa Timur versi hitung cepat, Khofifah Indar Parawansa, ihwal dukungan kepada Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2019. Padahal Khofifah tidak diusung PDIP, yang merupakan partai tempat Jokowi bernaung.

    Andreas mengatakan pilpres dan pilkada memang memiliki kepentingan berbeda. Dia menyebut tak mengherankan jika kepala daerah yang tak diusung PDIP lantas mendukung Jokowi dalam pilpres 2019.

    Baca: Unggul Quick Count, Khofifah Siap Jadi Tim Sukses Jokowi

    "Di Jawa Barat, Pak Ridwan Kamil non-partisan tapi memiliki afiliasi dan kedekatan dengan Pak Jokowi. Bu Khofifah juga langsung menyatakan bersedia menjadi juru bicara Presiden, so what?" kata Andreas di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Juni 2018.

    Khofifah dan pasangannya, Emil Dardak, disokong oleh koalisi Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Hanura, dan Partai Demokrat. Dalam koalisi itu, ada Partai Demokrat, yang bukan pendukung Jokowi.

    Baca: Khofifah: Menurut Quick Count, Insya Allah Kami Menang

    Adapun Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum diusung oleh koalisi Partai NasDem, PPP, Partai Hanura, dan Partai Kebangkitan Bangsa. Setelah dinyatakan menang berdasarkan hasil hitung cepat, Khofifah dan Ridwan Kamil langsung menyatakan akan mendukung Jokowi dalam pilpres 2019.

    "Situasi kontestasi pilpres berbeda dengan pilkada," kata Andreas. Apalagi, dia melanjutkan, tidak ada koalisi permanen dalam sistem politik di Indonesia. Itulah sebabnya partai-partai yang berkoalisi dalam pilkada belum tentu berkoalisi di kancah nasional.

    Baca: Telepon Khofifah, SBY Ucapkan Selamat dan Sampaikan Pesan

    Ihwal dukung-mendukung Khofifah ini mencuat beberapa hari sebelum pilkada serentak digelar. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dalam kampanye akbar di Probolinggo, Jawa Timur, pada 23 Juni lalu mengatakan Presiden Jokowi mendukung Khofifah dalam pilgub Jawa Timur 2018.

    Airlangga mengatakan alasan Jokowi memberikan dukungan itu adalah Khofifah telah menjadi juru bicara pilpres 2014. Pernyataan ihwal dukungan Jokowi itu kemudian dibantah Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah.

    Basarah menyebut Airlangga mengadu domba Jokowi dengan PDIP dan ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri. Menurut dia, Jokowi tak mungkin tak mendukung Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian PANRB: Standar Kelulusan Ujian CPNS 2018 Diturunkan

    Standar Kelulusan Ujian CPNS 2018 tahap Seleksi Kemampuan Dasar akan diturunkan oleh Kementerian PANRB akibat jumlah peserta yang lulus seleksi kecil.