Jumat, 19 Oktober 2018

Usai Tembak Pesawat Brimob, Kelompok Ini Serang Warga Nduga

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memimpin upacara kenaikan pangkat Pati Polri di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 18 Mei 2018. Sebanyak 12 anggota perwira tinggi polri dilantik pada acara Korps Raport Kenaikan pangkat Pati Polri. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memimpin upacara kenaikan pangkat Pati Polri di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 18 Mei 2018. Sebanyak 12 anggota perwira tinggi polri dilantik pada acara Korps Raport Kenaikan pangkat Pati Polri. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan setelah pesawat Brimob ditembak, kelompok bersenjata menyerang masyarakat saat tengah dikejar polisi.

    "Informasi yang saya dapat, setelah menembak pesawat yang ditumpangi Brimob, kelompok bersenjata ini juga menyerang masyarakat saat pelarian kabur," ujar Tito di Mabes Polri, Senin 25 Juni 2018.

    Tito mengatakan, akibatnya, tiga orang mengalami luka-luka. Dia belum bisa memastikan apakah korban tersebut mengalami luka yang serius atau tidak.

    Baca juga: Baku Tembak Lagi di Papua, Polisi: Kelompok Bersenjata yang Sama

    Menurut Tito, akibat pesawat Brimob ditembak, pilot pesawat Trigana Air Kapten Ahmad Abdillah terluka tembak di bagian punggung dan kopilot Irene Nur Farida yang terkena serpihan peluru.

    Pesawat Brimob tersebut berangkat dari Bandara Wamena, Jayawijaya dan mendarat di Bandara Keneyam sekitar pukul 09.40 WIT. Pada saat pesawat menuju taxi out untuk parkir, sekitar 15 orang tak dikenal mulai menembaki sisi kiri badan pesawat atau sekitar pukul 10.00 WIT.

    Data Kepolisian Resor Jayawijaya, Provinsi Papua menyebutkan sekitar 10 anggota kelompok bersenjata (KB) pada Senin pagi, melakukan penyerangan ke pusat kota Kabupaten Nduga, yaitu Keneyam dan menyebabkan lima warga sipil menjadi korban.

    Kapolres Jayawijaya yang membawahi wilayah Kabupaten Nduga, AKBP Yan Pieter Reba di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Senin, mengatakan tiga korban di antaranya meninggal dunia karena tembakan dan ssbetan parang, sementara dua orang lainnya mengalami luka-luka akibat aksi kelompok tersebut.

    Personel TNI/Polri dilaporkan kesulitan menahan pergerakan mereka, sebab kelompok itu terdiri dari 10 orang dengan senjata api dan dibantu sejumlah orang yang bersenjata tradisional seperti parang, tombak, panah serta melakukan perlawanan dari dua arah berbeda yaitu di lapangan terbang dan dekat kantor DPRD.

    Baca juga: Anggota Brimob Polda Papua Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata

    "Pelaku tidak mundur jauh dari lokasi karena kekuatan kita berkurang, sehingga masih bertahan di pinggiran kota. Kemungkinan kalau kita lengah mereka bisa masuk lagi. Laporan yang saya terima, kekuatan mereka 10 orang, bersenjata lengkap, yang lain pakai parang dan tombak," ujarnya seperti dikutip Antara.

    Antisipasi yang dilakukan oleh TNI/kepolisian adalah melakukan pengawasan terhadap fasilitas umum seperti PLN, peralatan pemancar Telkomsel, lapangan terbang, kantor pemerintah serta perumahan warga di sana.

    Ia mengatakan hingga kini sejumlah warga sipil telah mengungsi ke koramil dan polsubsektor untuk mendapatkan perlindungan keamanan.

    Kapolres mengatakan aksi penembakan yang dilakukan kelompok bersenjata tidak akan memengaruhi pesta pemilihan gubernur dan wakil gubernur Papua yang akan dilakukan 27 Juni mendatang.

    Tito Karnavian mengatakan kelompok bersenjata yang menembak pesawat Brimob tersebut sering bereaksi saat momentum Pilkada. Modus mereka adalah mengacaukan pengamanan Pilkada kepolisian agar tidak maksimal. Bahkan kata Tito, kelompok tersebut mengintimidasi masyarakat untuk tidak memilih calon tertentu.

    Tito menyebutkan, terkadang ada sejumlah oknum yang memanfaatkan mereka demi kepentingan politik, terutama saat Pilkada. "Ada kelompok tertentu yang mengendalikan kelompok bersenjata ini saat Pilkada," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khashoggi Diduga Dijagal di Kediaman Konjen Arab Saudi

    Jamal Khashoggi mendatangi Konsulat Jenderal Arab Saudi namun tak pernah keluar lagi. Ada dugaan ia dijagal usai dibawa ke kediaman konsul jenderal.