Gerindra: Nuruzzaman Cari Panggung Karena Akan Pindah Partai

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto hadiri acara May Day yang digelar KSPI di Istora Senayan, Jakarta, 1 Mei 2018. TEMPO/Caesar Akbar

    Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto hadiri acara May Day yang digelar KSPI di Istora Senayan, Jakarta, 1 Mei 2018. TEMPO/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan Mohammad Nuruzzaman sedang mencari panggung dengan menyebar surat terbuka pengunduran dirinya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra.

    Andre mengatakan, Nuruzzaman sedang mencari momentum lantaran akan pindah partai. "Informasi valid yang kami dapatkan, dia sudah deal dengan salah satu partai untuk pindah dan akan difasilitasi pencalegannya oleh partai tersebut," kata Andre saat dihubungi, Rabu, 13 Juni 2018. Namun Andre enggan membeberkan partai mana yang dimaksud.

    Baca: Gerindra Tanggapi Tudingan Nuruzzaman Soal Isu SARA Pilkada DKI

    Andre menyatakan Gerindra tak keberatan jika Nuruzzaman ingin mundur. Namun dia menyayangkan langkah yang ditempuh. Seharusnya, kata dia, surat pengunduran diri tersebut bisa disampaikan kepada Sekretariat DPP Partai Gerindra yang buka 24 jam. Terlebih lagi, menurut Andre, surat itu berisi informasi yang tidak benar.

    Nuruzzaman dalam suratnya menulis sejumlah alasan pengunduran dirinya. Salah satunya karena pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang dianggapnya menghina anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Yahya Cholil Staquf.

    Yahya pergi menjadi pembicara dalam sebuah forum di Israel. Kunjungannya dikritik sejumlah pihak, termasuk Fadli, lantaran dianggap bertentangan dengan sikap pemerintah yang mendukung kemerdekaan Palestina. Andre mengatakan, Fadli hanya menjalankan tugasnya sebagai Wakil Ketua DPR.

    Baca: Tudingan Nuruzzaman Soal Gerindra Gunakan Isu SARA dalam Kampanye

    Alasan lain pengunduran diri Nurruzaman dari Gerindra di antaranya karena Partai Gerindra yang dianggap sudah tidak sejalan lagi dengan jalan perjuangannya. “Gerindra ternyata belok menjadi sebuah kendaraan kepentingan yang bukan lagi berkarakter pada kepedulian dan keberanian, tapi berubah menjadi mesin rapuh yang hanya mengejar kepentingan saja,” ujar Nurruzaman

    Menurut Andre, sikap itu muncul karena Nurruzaman tidak aktif dalam kegiatan Gerindra. "Kalau memang aktif dan sering ikut kegiatan partai, seharusnya dia tahu partai ini menjunjung kebhinekaan dan semangat kebangsaan," ujar Andre.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.