Fadli Zon: Koalisi Keumatan Hanya Persoalan Nama

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Badan Komunikasi Gerindra Fadli Zon (kiri) dan Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra Hashim Djojohadikusumo memberikan keterangan kepada media disela acara Temu Koordinasi pengurus Badan Komunikasi Gerindra di DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta, 20 Maret 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Ketua Badan Komunikasi Gerindra Fadli Zon (kiri) dan Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra Hashim Djojohadikusumo memberikan keterangan kepada media disela acara Temu Koordinasi pengurus Badan Komunikasi Gerindra di DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta, 20 Maret 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut tak ingin berpolemik ihwa kemunculan Koalisi Keumatan menjelang Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Menurut dia, keberadaan koalisi yang diusulkan oleh petinggi Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab hanya persoalan penamaan.

    Penamaan itu pun, kata dia, tidak mengganggu rencana koalisi Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN). "Sejauh ini kan Gerindra, PAN, dan PKS sudah banyak membangun koalisi. Jadi kalau mau diberi nama koalisi keumatan, sah-sah saja karena koalisi ini memang untuk umat rakyat," ujar Fadli Zon saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 5 Juni 2018.

    Baca: Gatot Nurmantyo Bermanuver, Gerindra: Kami Tidak Gentar

    Sebelumnya, Rizieq Shihab menyarankan Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Bulan Bintang membentuk koalisi keumatan. Saran tersebut disampaikan Rizieq saat Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengunjunginya seusai ibadah umrah di Mekah pada 2 Juni 2018.

    Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Drajad Wibowo mengatakan pertemuan berlangsung di rumah Rizieq, yang berjarak 15 menit perjalanan mobil dari Masjidil Haram. Pertemuan itu berlangsung dua jam. Menurut Drajad, pertemuan antara Prabowo, Amien, dan Rizieq berlangsung tertutup. "Ada beberapa hal lain yang disepakati, tapi, mohon maaf, masih belum saatnya disampaikan," tuturnya.

    Baca: Gerindra: Komunikasi dengan Demokrat Setelah PAN dan PKS Solid

    Meski begitu, Drajad mengatakan mereka bertiga bersepakat bahwa umat Islam dan semua komponen masyarakat Indonesia perlu lebih intensif bersilaturahmi. "Perlu merapatkan barisan, karena pemilu legislatif dan pilpres 2019 nanti adalah pilpres yang sangat menentukan masa depan Indonesia," ucap Drajad, Ahad kemarin.

    Fadli Zon menjelaskan, Partai Gerindra masih melakukan komunikasi dengan berbagai partai menjelang pilpres 2019. Jika nanti Koalisi Keumatan terbentuk, ujar dia, dia meyakini calon presiden yang diusung koalisi ini adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. "Kalau melihat survei, dua top teratas kan masih petahana dan Pak Prabowo," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.