Ini Instruksi Panglima TNI kepada KSAL Laksamana Siwi Sukma Adji

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL)Laksamana Siwi Sukma Adji sebelum rapat bersama Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, 24 Mei 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL)Laksamana Siwi Sukma Adji sebelum rapat bersama Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, 24 Mei 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto menginstruksikan kepada Kepala Staf Angkatan Laut atau KSAL yang baru, Laksamana Siwi Sukma Adji, untuk meneruskan program-program pendahulunya. "Khususnya program di wilayah timur," kata Hadi saat ditemui di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 28 Mei 2018.

    Menurut Panglima, di wilayah Indonesia timur terdapat satuan-satuan yang baru dibentuk. Pagi tadi, prosesi serah terima jabatan Kepala Staf Angkatan Laut telah digelar dari Laksamana (Purnawirawan) Ade Supandi kepada Siwi.

    Baca: KSAL: Lewat Koopssusgab, Denjaka Siap Atasi...

    Panglima Hadi meminta Siwi berfokus pada 11 program prioritas TNI yang sedang berjalan saat ini. Di antaranya program pembangunan TNI AL melalui penyusunan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT), yang terdiri atas kapal perang, pesawat udara, marinir, dan pangkalan.

    "Tujuannya satu, menjadikan TNI lebih profesi dan modern," ujar Hadi.

    Baca: Jokowi Lantik Siwi Sukma Adji Menjadi KSAL

    Tampuk kepemimpinan TNI Angkatan Laut berpindah dari Laksamana (Purnawirawan) Ade Supandi kepada Laksamana Siwi Sukma Adji sejak Rabu, 23 Mei 2018. Presiden Joko Widodo melantik Siwi di Istana Negara.

    Menurut Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, rotasi jabatan merupakan hal yang lumrah di tubuh organisasi seperti TNI. Pergantian KSAL menandakan organisasi itu hidup dan sehat karena kaderisasi berjalan dengan baik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.