KSAL: Lewat Koopssusgab, Denjaka Siap Atasi Kasus Terorisme

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Detasemen Jalamangkara (Denjaka) berjaga dengan senjata lengkap saat latihan operasi Intelijen Kontra Terorisme di gedung Pelni, Jakarta, 20 Desember 2015. Latihan ini melibatkan pasukan khusus Denjaka, Satkopaska dan Taifib. ANTARA/M Agung Rajasa

    Anggota Detasemen Jalamangkara (Denjaka) berjaga dengan senjata lengkap saat latihan operasi Intelijen Kontra Terorisme di gedung Pelni, Jakarta, 20 Desember 2015. Latihan ini melibatkan pasukan khusus Denjaka, Satkopaska dan Taifib. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji menegaskan pasukan elite TNI AL, Detasemen Jalamangkara atau Denjaka, melalui Komando Operasi Khusus Gabungan atau Koopssusgab, siap dikerahkan untuk mengatasi aksi terorisme yang terjadi di Tanah Air.

    "Kesiapan TNI AL sebelum adanya Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) sudah siap. Prajurit elite kita sudah siap, tinggal perintah Panglima TNI langsung saja," kata KSAL di sela-sela Pembacaan Memorandum Sertijab KSAL dari Laksamana Ade Supandi kepada Laksamana Siwi, yang digelar di atas KRI -591 Surabaya yang bersandar di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat, 25 Mei 2018.

    Baca juga: Moeldoko: Gerakan Terorisme Bukan Seperti Nyamuk

    Koopssusgab merupakan gabungan dari tiga matra militer, yakni Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Detasemen Bravo 90 TNI AU. Satuan elite tersebut dibentuk pada awal 2015 oleh Jenderal (Purnawirawan) Moeldoko ketika menjabat Panglima TNI.

    Menurut Siwi, pasukan elite dari tiga matra yang disiapkan berjumlah 90 orang. Mereka yang dipilih itu memiliki keahlian khusus dalam penanganan terorisme.

    Meski demikian, pasukan tersebut hanya bisa diturunkan apabila sudah ada keputusan politik, seperti Perpres dari Presiden Joko Widodo.

    "Kalau itu ada perintah, ya, kita laksanakan. Misalnya operasi di Marawi (Filipina Selatan) yang langsung digelar dan sampai sekarang masih berlangsung antara tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Filipina," ujarnya.

    Baca juga: Jokowi: Koopssusgab Diterjunkan Jika Polri Tak Sanggup Lagi

    Selain itu, pelibatan pasukan elite untuk menangani terorisme tidak perlu mengubah doktrin militer. Prinsipnya, TNI AL sangat siap apabila jadi dilibatkan dalam satuan Koopssusgab.

    Terkait dengan Undang-Undang Antiterorisme yang baru disetujui DPR, Siwi menyambut baik dan pasukannya siap dikerahkan untuk membantu kepolisian mengatasi terorisme.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.