Kapolda: 2 Terduga Teroris Ditangkap di Palembang Hanya Mampir

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel penjinak bom mengenakan pakaian khusus saat akan melakukan penyisiran pascapenyerangan teroris di Mapolda Riau. Pekanbaru, Riau, 16 Mei 2018. ANTARA FOTO/FB Anggoro

    Personel penjinak bom mengenakan pakaian khusus saat akan melakukan penyisiran pascapenyerangan teroris di Mapolda Riau. Pekanbaru, Riau, 16 Mei 2018. ANTARA FOTO/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Palembang-Kapolda Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara meminta masyarakat tidak terlampau khawatir atas penangkapan dua terduga teroris di wilayah itu beberapa waktu lalu. Menurut Zulkarnain dua terduga teroris asal Pekanbaru yang ditangkap polisi itu hanya sekedar mampir, bukan sedang merencanakan aksi teror.

    "Orang-orang itu bukan orang Sumatera Selatan, bukan pendatang, artinya mereka hanya numpang lewat," kata Zulkarnain di Palembang, Selasa, 22 Mei 2018.

    Baca: Polisi Tangkap 74 Terduga Teroris Setelah Peristiwa Bom Surabaya

    Meski demikian Zulkarnain memerintahkan anak buahnya senantiasa mewaspadai hal-hal yang mencurigakan. Sebab, kata dia, polisi termasuk sasaran utama pelaku teror. Apalagi Sumatera Selatan akan menjadi tuan rumah Asian Games pada Agustus nanti sehingga keamanan dan kenyamanan pendatang maupun warga diutamakan.

    Zulkarnain juga meminta masyarakat tidak terlalu paranoid karena penanganan teroris  langsung di bawah Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. "Sebenarnya kita ini kan hanya ketempatan (terduga teroris) saja," ujarnya.

    Pada 14 Mei 2018 Densus 88 menangkap dua warga Pekanbaru, yakni Heri Hartanto alias Abu Rahman, 38 tahun, dan Hengki Satria alias Abu Ansor, 39 tahun. Keduanya ditangkap di kawasan pasar Km 5 Palembang. Mereka terpantau singgah di Palembang dalam perjalanan pulang setelah gagal melakukan teror di Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok.

    Simak: Densus 88 Antiteror Buru Enam Anggota JAD Palembang

    Gubernur Sumatera Selatan  Alex Noerdin mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada pasca-penangkapan dua terduga teroris asal Pekanbaru. Ia optimistis warga dapat menjaga keamanannya  sendiri. Sebab, warga Sumatera Selatan dikenal  sebagai daerah  bebas konflik bernuansa SARA.

    Namun pasca-penangkapan dua terduga teroris itu  pengamanan di tempat keramaian dan obyek vital nasional di Sumatera Selatan langsung diperketat. "Kita pertahankan daerah yang zero konflik," kata Alex.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.