Bom di Sidoarjo, Pelaku Jadi Korban Ledakan

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bom bunuh diri. shutterstock.com

    Ilustrasi bom bunuh diri. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Lima terduga teroris menjadi korban ledakan bom di Sidoarjo, tepatnya di sebuah rumah susun di Kelurahan Wonocolo, kecamatan Taman, Ahad malam, 13 Mei 2018. "Dua orang sudah di rumah sakit Siti Khodijah, tiga termasuk istri dan anaknya masih di tkp," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Frans Barung Mangera saat dihubungi, Ahad, 13 Mei 2018.

    Frans mengatakan pelaku bom tersebut adalah satu keluarga. Namun, dia belum menjelaskan apakah bom tersebut sengaja diledakan atau tidak.

    Sebelumnya, beberapa kali ledakan kembali terdengar di rumah susun di Wonocolo, Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Ahad malam ini. Menurut informasi yang dihimpun, ledakan bom itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di Rusunawa Blok B lantai 5.

    Baca juga: Setelah Bom di Surabaya,Kini Meledak Lagi di Sidoarjo

    Akibat ledakan ini, petugas kepolisian bersama dengan anggota TNI Kodim 0816 Sidoarjo memperketat penjagaan yang ada dalam lingkungan rumah susun di Wonocolo, Taman, Sidoarjo menyusul terjadinya ledakan dari salah satu ruangan kamar yang ada di rumah susun setempat.

    Dalam kejadian itu, tiga orang dilarikan menggunakan mobil pick-up ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Petugas gegana dari Polda Jatim sudah datang ke lokasi untuk mengamankan lokasi kejadian perkara.

    Rusun Wonocolo, Taman, Sidoarjo dekat dengan perbatasan kota Surabaya yaitu sekitar 9 kilometer arah barat lokasi ledakan di tiga lokasi Gereja di Surabaya pada Ahad pagi, 13 Mei 2018.

    Baca juga: Rekaman CCTV Detik-detik Bom Gereja di Surabaya Meledak

    Simak kabar terbaru tentang bom Sidoarjo hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.