Kamis, 20 September 2018

Ketika Risma Emosional Melihat Jasad Pelaku Bom Surabaya

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau Taman Gantung usai diresmikan di gedung Siola Jalan Tunjungan Surabaya, 26 Juli 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau Taman Gantung usai diresmikan di gedung Siola Jalan Tunjungan Surabaya, 26 Juli 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Tri Rismaharini sempat meninjau lokasi bom Surabaya di Gereja Kristen Indonesia (GKI), Jalan Diponegoro Nomor 146, Surabaya, siang tadi. Ia datang setelah batal membuka acara Festival Rujak Uleg di Jalan Kembang Jepun dalam rangka hari ulang tahun Kota Surabaya.

    Risma datang dengan mobil patroli kecamatan berwarna cokelat muda milik Pemerintah Kota Surabaya. Ia datang dikawal ajudan, petugas Dinas Perhubungan, dan beberapa pegawai Pemkot Surabaya. Mobil itu meluncur dari arah Jalan Arjuno setelah mengunjungi lokasi pemboman lain, yakni Gereja Pantekosta Pusat Surabaya.

    Mengenakan setelan kerudung berwarna merah, batik berwarna oranye kemerahan, dan sepatu kets, ia terburu-buru turun dari kursi depan. Risma bergegas menghampiri lokasi kejadian dan melihat jenazah terduga pelaku pengeboman. Ia tiba sekitar pukul 12.45.

    Baca: ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Teror Bom Surabaya

    Sembari melihat jasad yang belum dievakuasi itu, Risma tampak gusar dan emosional. Selama lima menit, ia sesenggukan dengan raut muka memerah. Sayangnya, wartawan tak diperkenankan mewawancarainya di sana. Ia lalu buru-buru berpindah ke lokasi lain menggunakan mobil yang sama.

    Rentetan ledakan bom di Surabaya terjadi di Gereja Katolik Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, GKI di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno. Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan ledakan bom di Surabaya pertama kali terjadi pukul 06.30 di Gereja Santa Maria Tak Bercela.

    Baca: Pelaku Bom di Surabaya Satu Keluarga, Begini Pembagian Tugasnya

    "Ledakan pertama terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya pada pukul 06.30," kata Barung saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di gedung Tribata Polda Jawa Timur.

    Setelah ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela, bom Surabaya selanjutnya meledak di Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro pukul 07.15, kemudian disusul ledakan di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno pukul 07.53.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Memecahkan Rekor Dunia di Berlin Marathon

    Eliud Kipchoge, pelari Kenya, memecahkan rekor dunia marathon dengan waktu 2 jam 1 menit dan 39 dalam di Marathon. Menggulingkan rekor Dennis Kimetto.