JK Minta Polisi Kawal Pilkada Hingga Penghitungan Suara

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla saat membuka Rapat Kerja Pemerintah Percepatan Pelaksanaan Berusaha di Daerah di Jakarta, 28 Maret 2018. Rapat kerja dihadiri oleh Bupati, Walikota dan Ketua DPRD seluruh Indonesia. TEMPO/Subekti.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat membuka Rapat Kerja Pemerintah Percepatan Pelaksanaan Berusaha di Daerah di Jakarta, 28 Maret 2018. Rapat kerja dihadiri oleh Bupati, Walikota dan Ketua DPRD seluruh Indonesia. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta kepolisian melakukan penjagaan yang ketat selama penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Ia meminta kepolisian tak hanya mengawal pelaksanaan pemungutan suara, tetapi juga saat penghitungan suara.

    "Dalam pencoblosan hampir tidak pernah ada masalah, tapi yang terjadi masalah di penghitungan. Di situlah terjadinya konflik beberapa tahun lalu," kata JK di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Jumat, 4 Mei 2018.

    Baca juga: Mendagri: Jangan Salahkan KPU bila Nama Tidak Terdaftar di TPS

    JK memberikan arahan kepada peserta apel Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) Kepolisian RI 2018. Dia menekankan pengamanan pada saat pesta demokrasi berlangsung. Dia juga memperingatkan agar kepolisian menjaga profesionalismenya selama pengamanan pilkada.

    Indonesia akan menggelar pilkada yang akan dilakukan secara serentak di 171 daerah pada 27 Juni 2018. Tak lama setelah itu, Indonesia juga bersiap memasuki penyelenggaraan Pemilihan Umum 2019. Pemilihan legislatif dan pemilihan presiden akan digelar berbarengan. Masyarakat harus mencoblos empat kali untuk memilih anggota DPD, DPRD, DPR, dan presiden serta wakil presiden.

    Baca juga: KPU: Data Pemilih Pilkada Belum Punya E-KTP Tinggal 844 Ribu Jiwa

    Pemilu 2019, menurut JK, merupakan pemilu paling rumit di dunia sehingga polisi perlu menjaga profesionalismenya. Penghitungan suaranya diprediksi akan berlangsung sehari setelah pemungutan suara. "Jika keamanan tidak terjamin, bisa jadi ada masalah," ujarnya.

    Selain itu, JK menilai pemilu ini lebih rumit karena dilakukan secara terbuka. Selain menghitung suara partai, kata dia, suara orang yang mengikuti pemilu juga akan dihitung. "Itu prosesnya makan waktu sehingga kadang jeruk makan jeruk. Antar partai berkelahi untuk menang," ujar JK.

    JK pun ingin kepolisian meningkatkan layanannya menjelang pilkada, terutama dari sisi kecepatan. Di banyak negara, polisi bisa sampai di lokasi kejadian sekitar 7 menit setelah dikontak melalui 911. "Tapi tentu kami belum cukup peralatan dan kemampuan untuk seperti itu. Mungkin setengah jam baru sampai," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.