Mobil Dinas Boleh Dipakai Mudik, KPK: Pemerintah Harus Hati-hati

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mobil dinas yang biasanya dibawa oleh pegawai Pemerintah Kota Surabaya terparkir di halaman Balai Kota Surabaya (03/8).  TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah mobil dinas yang biasanya dibawa oleh pegawai Pemerintah Kota Surabaya terparkir di halaman Balai Kota Surabaya (03/8). TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pemerintah berhati-hati dalam menyusun aturan yang membolehkan penggunaan kendaraan atau mobil dinas untuk mudik lebaran.

    "Kami harap penyusunan aturan itu bisa dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip dasar penggunaan aset negara," kata Juru bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya pada Senin, 30 April 2018.

    Baca: Tahun Ini, Menpan RB Akan Izinkan Mobil Dinas Dipakai Mudik

    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur sebelumnya membolehkan mobil dinas digunakan sebagai transportasi mudik Lebaran. Asman mengatakan penggunaan mobil dinas dibolehkan asal biaya bensin, dan perawatan mobil selama mudik ditanggung secara pribadi.

    Asman belum menjelaskan jenis kendaraan dinas yang boleh dipakai mudik. Dia mengatakan sedang menyusun aturan resmi yang mengatur hal itu.

    Baca: Kota Bekasi Izinkan Mobil Dinas Digunakan untuk Mudik, Tapi..

    Febri menilai, meski bahan bakar dan perawatan kendaraan dibiayai pribadi, namun kendaraan dinas tetap milik negara. Dia mengatakan pemerintah perlu secara jelas memisahkan barang milik pribadi dan milik negara.

    Pemisahan itu, kata dia, penting agar fasilitas negara tidak dipakai untuk kepentingan pribadi. "Jadi harus sangat hati-hati dalam merumuskan aturan itu," ujar Febri.

    Baca: Pilah-pilih Pengganti Mobil Dinas Wakil Rakyat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.