Cerita Hadi Tjahjanto Soal Patung Pancoran, Soekarno dan Jasmerah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berinteraksi dengan seorang anak yatim saat menghadiri Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW Tahun 1439 H di Istana Bogor, Jawa Barat, 10 April 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berinteraksi dengan seorang anak yatim saat menghadiri Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW Tahun 1439 H di Istana Bogor, Jawa Barat, 10 April 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Yogyakarta- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bercerita tentang bentuk penghargaan Presiden RI pertama Soekarno pada pahlawan. Salah satunya adalah dengan membuat Patung Dirgantara atau yang dikenal sebagai Patung Pancoran, di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.

    Hadi menuturkan, Soekarno kala itu meminta pematung kenamaan asal Yogyakarta Edi Sunarso membuatkan patung seperti Gatotkaca sedang menjejak bumi dan menghadap utara atau Bandara Kemayoran. Patung itu dipersembahkan untuk menghargai perjuangan prajurit Angkatan Udara ketika melaksanakan misi Trikora dan Dwikora.

    “(Pembuatan patung Pancoran) itu bentuk sikap Bung Karno melaksanakan yang disebutnya Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” ujar Hadi di sela meresmikan koleksi pesawat di Museum Dirgantara di Yogya Selasa 24 April 2018.

    Baca juga: Panglima Hadi Tjahjanto: Alokasi 30 Persen Alutsista untuk TNI AD

    Di era saat ini, ujar Hadi, bentuk sikap yang tak melupakan sejarah juga harus dilakukan khususnya di lingkungan TNI. Hal paling sederhana seperti mengabadikan dengan cara merestorasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang pernah digunakan di masa lalu.

    Hadi Tjahjanto mengatakan, alutsista yang pernah dipakai di masa kemerdekaan dikumpulkan di museum sehingga bisa menjadi media visualisasi, edukasi, dan inspirasi generasi nanti.

    “Generasi penerus tak akan pernah mengerti dan mau menghargai sejarah ketika generasi yang sekarang tak mendokumentasikan apapun yang pernah terjadi di masa lalu,” ujarnya.

    Hadi Tjahjanto pun menuturkan, sejak menjabat sebagai Panglima TNI, ia tak mau sektor sejarah perjuangan terabaikan. “Sejarah tak bisa di tipe-X, tapi harus diabadikan,” ujarnya.

    Baca juga: Panglima TNI Sebut Alutsista TNI AU Belum Sesuai Kebutuhan

    Hadi Tjahjanto berharap suatu saat ada aplikasi informasi yang memuat tentang berbagai alutsista bersejarah Indonesia sehingga generasi milenial bisa mengaksesnya dengan mudah melalui perangkat seluler.

    Dalam kesempatan itu Panglima TNI meresmikan empat koleksi pesawat legendaris TNI AU yang berhasil direstorasi untuk menjadi koleksi museum. Seperti pesawat C-130 Hercules, IL-14 Avia , Fokker 27 TS, dan F-4 Hawker Hunter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.