Pencalonan Romi PPP Menjadi Cawapres Jokowi Dinilai Memalukan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP PPP periode 2016-2021 terpilih, Romahurmuziy setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 11 April 2016. Kedatangan Romahurmuziy untuk menjenguk mantan Ketua PPP yang juga terpidana kasus korupsi di Kementerian Agama tahun 2010-2012, Suryadharma Ali yang kini mendekap di Rutan KPK cabang Guntur. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua Umum DPP PPP periode 2016-2021 terpilih, Romahurmuziy setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 11 April 2016. Kedatangan Romahurmuziy untuk menjenguk mantan Ketua PPP yang juga terpidana kasus korupsi di Kementerian Agama tahun 2010-2012, Suryadharma Ali yang kini mendekap di Rutan KPK cabang Guntur. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pencalonan Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romi menjadi calon wakil presiden mendampingi Jokowi dinilai memalukan. Sesepuh Partai Persatuan Pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta Syukri Fadholi menganggap pencalonan itu mengada-ada dan tidak ada nilainya.

    "Gerakan Romi yang gencar mencalonkan diri jadi cawapres kami anggap mengada-ada dan tidak ada nilainya. Saya menganggap hal itu memalukan PPP," kata Syukri, Senin, 23 April 2018.

    Baca: Gerakan Pemuda Ka'bah: Baju PPP Hijau, tapi Dalamnya Merah

    Ia menyebut langkah yang dijalankan Romi tidak mencerminkan sikap dan etika pemimpin. Sebab, proses pencalonan akan lebih baik jika dilakukan dengan cara biasa-biasa saja. Bahkan dia menambahkan, sebagai umat Islam, upaya Romi mencalonkan diri tidak mencerminkan sikap etika sebagai pemimpin.

    Seharusnya, kata Syukri, PPP kubu Romi yang diakui pemerintah justru merangkul dan melakukan rekonsiliasi dengan pihak Djan Faridz yang masih mengklaim sebagai ketua umum PPP yang sah. "PPP pecah karena ada dualisme kepemimpinan. Seharusnya langkah Romi lebih rekonsiliatif," kata dia.

    Syukri menambahkan, gerakan Romi memimpin PPP seperti menggadaikan akidah dan moral demi kekuasaan. Seharusnya ia menyelesaikan dulu masalah di tubuh partai. "Kami khawatir partai ini ditinggal umat," kata dia.

    Baca: Dua Kesalahan PPP Menurut Gerakan Pemuda Ka'bah

    Warga PPP Yogyakarta belum mengakui Romi menjadi ketua DPP. Sebelumnya mereka masih ikut PPP Djan. Namun karena Djan dianggap melenceng, para pengurus tidak mengakui Djan. Pengurus yang dibentuk Romi pun tidak diakui.

    "Kami tidak akan memberikan suara kepada PPP maupun partai lain. Kami harap PPP dua kubu bisa rekonsiliasi dan menggelar muktamar luar biasa," kata Ketua Dewan Pembina Gerakan Pemuda Ka’bah, sayap organisasi pemuda PPP Yogyakarta Fuad Andreago.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.