Elit Partai Golkar Ingin Airlangga Hartarto Jadi Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto bersama Ketua Dewan Pembina Partai Gorlkar Aburizal Bakrie memberikan keterangan pada media seusai rapat strategi pemenangan Pilkada dan Pemilu 2019 di kantoe DPP Golkar, Slipi, Jakarta, 27 Maret 2018. TEMPO/Hendrantyo Hanggi

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto bersama Ketua Dewan Pembina Partai Gorlkar Aburizal Bakrie memberikan keterangan pada media seusai rapat strategi pemenangan Pilkada dan Pemilu 2019 di kantoe DPP Golkar, Slipi, Jakarta, 27 Maret 2018. TEMPO/Hendrantyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pakar Partai Golkar sepakat mengusung Airlangga Hartarto sebagai calon wakil presiden untuk mendamping Joko Widodo pada Pemilu 2019. Menurut Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono, kesepakatan ini bisa berjalan jika Jokowi memang meminta calon pendampingnya dari Partai Golkar. "Semua terserah keputusan Pak Presiden," kata Agung Laksono seusai rapat pleno Dewan Pakar di kantor DPP Golkar, Selasa, 17 April 2018.

    Menurut Agung, ada sejumlah pertimbangan yang mendasari keputusan itu. Diantaranya adalah, posisi Airlangga yang saat ini menjadi menteri Jokowi. Dengan duduk di kabinet, Ketua Umum Partai Golkar itu bisa menjalin komunikasi yang baik dengan Jokowi.

    Agung juga meyakini bila Jokowi dan Airlangga berdampingan akan meneruskan elektabilitas Jokowi. "Bahkan bisa menambah elektabilitas Pak Jokowi," kata Agung.

    Airlangga Hartarto mengatakan keinginan dewan pakar itu belum menjadi keputusan partainya. Sebab, Partai Golkar baru membahas calon wakil presiden Jokowi setelah Pilkada 2018. Sedangkan dalam rapat tadi,, dia menerima 15 masukan dari dewan pakar terkait pemenangan Pemilu. “Termasuk konsolidasi organisasi, situasi politik, dan tahapan-tahap yang perlu diperhatikan Partai Golkar,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.