Alasan Arus Bawah PKB Pilih Gatot Nurmantyo ketimbang Prabowo

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo bertemu dengan Laksamana Rob Bauer, Panglima Angkatan Bersenjata Belanda. Istimewa

    Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo bertemu dengan Laksamana Rob Bauer, Panglima Angkatan Bersenjata Belanda. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok relawan PRO1, yang mengatasnamakan kelompok arus bawah Partai Kebangkitan Bangsa, punya alasan untuk mendukung mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo. Elektabilitas menjadi alasan relawan lebih mendukung Gatot ketimbang Prabowo Subianto yang sama-sama berasal dari militer.

    "Kami pikir Prabowo itu orang lama yang dua kali kalah dan kemungkinan yang ketiga kali pasti kalah," kata Ketua Relawan PRO1 Baihaqi Maisin di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 April 2018.

    Baca juga: Kader Golkar DIY Ingin Duet Jokowi-Gatot Nurmantyo di Pilpres

    Pengalaman kalah dalam pemilu, menurut Baihaqi, membuat animo masyarakat berkurang dalam memandang Prabowo sebagai calon presiden. "Dilihat dari yang lalu, kepercayaan dirinya kurang karena tak kunjung melakukan deklarasi," ucap Baihaqi.

    PRO1 pun mendukung Gatot Nurmantyo untuk maju dalam pemilihan presiden berdampingan dengan Ketua PKB Muhaimin Iskandar. "Kami menilai Cak Imin pas dan cocok dengan Gatot," ujar Baihaqi. Meski belum berkomunikasi dengan Dewan Pimpinan Pusat PKB, dia yakin akan mendapat respons positif dari Muhaimin.

    Sebelumnya, nama Gatot Nurmantyo memang disebut-sebut sebagai calon potensial dalam pemilihan presiden 2019. Namanya masuk dalam sejumlah lembaga survei dengan elektabilitas tidak kecil. Ia pun memiliki kelompok relawan lain, seperti Relawan Selendang Putih Nusantara (RSPN) dan Gatot Nurmantyo untuk Rakyat (GNR).

    Baca juga: Dilobi Relawan, PKS Akan Perhitungkan Gatot Nurmantyo Jadi Capres

    Sebagai sesama kelompok relawan, Baihaqi mengaku belum menjalin komunikasi dengan partai politik dan relawan Gatot yang ada. "Belum. Ini murni dari aspirasi bawah PRO1, tapi kami bisa membuka kemungkinan menjalin komunikasi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.